Foto: (Saibumi.com) Riduan
Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan penangkapan atau pengamanan terhadap belasan pendemo di Kantor DPRD Lampung.
Hal tersebut disampaikan Pandra kala meninjau lokasi dimana ribuan massa mahasiswa yang tergabung di Aliansi Lampung Memanggil.
"Terkait beberapa orang yang diamankan, saya tegaskan bahwa itu bukan diamankan," ungkap Pandra saat diwawancarai, Rabu (13/4/2022).
Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa ada beberapa pelajar yang kemarin sudah komitmen, dari Kepala Dinas Provinsi Lampung dan beberapa Kepala Dinas Kabupaten/Kota yang mana kegiatan belajar tatap muka harus dilaksanakan," jelasnya.
Sedangkan saat kejadian, mereka masih berada di luar. Dalam waktu masih jam pelajaran.
"Maka dari itu kami lakukan pendataan, bahkan kita panggil orang tuanya. Untuk bisa mengetahui, bahkan dari para orang tuanya itu. Mereka tidak mengetahui apabila anak tidak berangkat ke sekolah, sedangkan pamitnya pergi ke sekolah," tukas Pandra.
Ia pun meminta kepada orangtua terkhusus para pelajar, mengharapkan peran serta orang tua guna bisa mengawasi putra-putri nya terutama yang masih pelajar.
"Pendataan di Polda Teluk, jadi tidak ada yang ditahan dan ditangkap," bebernya.
Selanjutnya terkait unjuk rasa, pihaknya pun menyampaikan rasa terimakasih karena telah berkomitmen untuk tetap menjaga massa tetap kondusif.
Kami atas nama pihak kepolisian mewakili Kapolda Lampung, dan Kapolresta Bandar Lampung mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya karena telah komitmen dalam suatu perjanjian yang disampaikan kemarin. Yaitu ingin menyampaikan aksi untuk unjuk rasa secara damai yang mana tadi, dimulai pada pukul 10.00 Wib," ujar Pandra.
Selain itu, saat aksi tersebut berlangsung. Semua massa lebih dari 1,000 memasuki wilayah Kantor DPRD Lampung dan telah diterima oleh Gubernur dan lainnya.
"Artinya aspirasi tersebut, tadi koordinator lapangan dalam kegiatan Aliansi Lampung Memanggil yang dipimpin oleh Tommy Pasha mereka komitmen, maka dari itu kami mengucapkan terimakasih karena tepat pukul 16.00 Wib, massa aksi membubarkan diri," pungkas Pandra.
Lalu untuk pelajar yang dilakukan pendataan sebanyak 20 pelajar.
"Jadi intinya unjuk rasa ini berjalan aman dan damai, dan kami tidak melakukan penahanan atau penangkapan. Itu hanya semata pendataan sebagai pelajar, karena lebih dari 20 pelajar yang kita data. Dan saat ini telah dikembalikan kepada orang tuanya," (Riduan)
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 649
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 303
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 241
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 201
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 190
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 78
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 56
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 55
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 55
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 52
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 49
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 47
BERLANGGANAN BERITA