Masjid al-Anwar di Jalan Laksamana Malahayati Nomor 100 Kelurahan Kangkung, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandarlampung. (Riduan/Saibumi.com)
Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Masjid al-Anwar adalah masjid yang terletak di Jalan Laksamana Malahayati Nomor 100 Kelurahan Kangkung, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandarlampung. Lokasinya sedikit ke pinggir dari pusat bisnis di kawasan Telukbetung, Bandarlampung.
Pembangunan Masjid al-Anwar diawali dari surau yang dibangun oleh seorang ulama dari Kesultanan Bone bemama Puang Haji Muhammad Soleh bin Karaeng. Surau tersebut hancur akibat letusan gunung Krakatau pada tahun 1883.
BACA JUGA: Serunya Berkuda, Berikut Harus Kamu Ketahui Tentang Olahraga Berkuda Ala Siger Horse
Menurut penuturan Rusdi, salah satu pengurus Masjid Jami Al-Anwar, masjid ini tertua di Provinsi Lampung, bahkan berdiri sebelum Gunung Krakatau meletus, 26-27 Agustus 1883.
"Berdirinya sebelum Gunung Krakatau meletus. Gunung Krakatau kan meletusnya tahun 1883, masjid ini sudah ada sejak tahun 1839, tetapi menurut informasi saat itu masih berbentuk surau," ungkap Rusdi, saat diwawancarai, Selasa (5/4/2022).
Lwbih lanjut ia menjelaskan, masjid ini dibangun oleh ulama pendatang yang berasal dari Pulau Sulawesi dari Suku Bugis. Semula masih dalam bentuk surau atau mushalla yang digunakan oleh para ulama tersebut untuk perkumpulan mengaji, bersama dengan ulama dan masyarakat setempat lainnya.
"Awalnya dibangun oleh para ulama dari Pulau Sulawesi yang datang ke Lampung, yaitu Daeng Muhammad Ali, K.H. Muhammad Said, dan H. Ismail. Setelahnya mereka mendirikan surau untuk mengaji bersama ulama dan siapa pun masyarakat yang ingin mengaji bersama," jelasnya.
Kemudian, terkait awal renovasi, Rusdi menceritakan, bahwa renovasi dilakukan lima tahun setelah Gunung Krakatau meletus, sekitar 1888, bersama dengan para ulama dan masyarakat dengan langsung mendirikan masjid yang lebih permanen pada tahun itu, lalu dilanjutkan renovasi, termasuk yang dilakukan pada 1972, dan terakhir pada 2015.
"Untuk renovasinya, saat Gunung Krakatau meletus, mushallanya rusak hanya menyisakan tiang-tiangnya. Jadi pada tahun 1888, menurut informasi, renovasi dilakukan dengan tetap mempertahankan enam tiang yang ada. Enam tiang tersebut menggambarkan Rukun Iman," tuturnya.
Selanjutnya, pada 1972, renovasi kembali dilakukan dengan memperluas bangunan menjadi lebih besar karena jamaah yang datang saat Shalat Jumat dan hari-hari besar semakin banyak jumlahnya.
"Renovasi lagi, dilakukan sekitar 2015 sampai 2016, yang diganti atap masjid, awalnya genting biasa menjadi seng baja," tukasnya.
Selanjutnya, untuk ruang utama masjid berukuran 25 x 20 meter dengan enam tiang bundar dari beton. Mihrab ada dua dan terletak di dinding bagian barat dengan lengkungan berbentuk huruf 'U' terbalik.
"Mimbar di sisi kiri berfungsi sebagai tempat imam dan mimbar di sisi kanan berfungsi sebagai mimbar. Pada dinding sisi kiri dan kanan masing-masing terdapat dua pintu masuk dan di dinding timur ada tiga pintu," bebernya.
Kemudian, untuk bagian atas pintu terdapat teralis kayu yang membentuk hiasan matahari terbit sebagai pemaknaan agar masjid ini dapat menjadi sumber cahaya kehidupan sesuai dengan namanya. Atap masjid berbentuk kubah dan terdapat hiasan bulan sabit pada bagian puncaknya.
Meskipun telah mengalami beberapa kali renovasi, ada beberapa hal yang tetap dipertahankan di masjid tersebut, seperti meriam peninggalan Belanda di depan masjid, beduk hadiah dari Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang tetap disimpan sampai sekarang, serta kitab-kitab peninggalan sejak dahulu dari berbagai bahasa yang disimpan di perpustakaan masjid.
"Yang paling dipertahankan di masjid ini adalah meriam Belanda di depan yang masih ada sampai sekarang. Lalu, ada beduk kecil, dari 1988 hasil dari MTQ Nasional di Way Halim, Bandarlampung yang disimpan di sini," ujarnya.
Dan yang paling dijaga juga ada kitab-kitab kuno, peninggalan dari dulu, kitab-kitab tersebut ada dalam beberapa bahasa, seperti Arab, Belanda, Portugis.
"Masih ada beberapa bahasa lain yang sekarang masih disimpan, disini juga ada Al Qur'an tertua juga," pungkas Rusdi. (Riduan)
BACA JUGA: Serunya Berkuda, Berikut Harus Kamu Ketahui Tentang Olahraga Berkuda Ala Siger Horse
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 644
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 298
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 239
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 198
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 187
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 51
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 47
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 45
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 43
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 39
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 37
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 37
BERLANGGANAN BERITA