Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Geliat bisnis kolang-kaling jelang bulan suci Ramadan 1443 H, diakui pengrajin di Jalan Banyumas, Kampung Peninjauan, Kelurahan Sukarame 2, Telukbetung Barat, Kota Bandar Lampung mengalami penurunan.
Pengrajin yang juga sekaligus penjual menuturkan, meskipun buah berwarna putih dan bulat lonjong termasuk satu diantara buah yang banyak dicari saat bulan Ramadan. Namun, daya beli masyarakat di tahun ini dinilai melemah.
BACA JUGA: Soal Syarat Mudik, Ini Kata Kadis Kesehatan Provinsi Lampung
"Kena musibah korona ya sepi, enggak kaya tahun-tahun biasa. Pembelinya pun berkurang, penurunan omset bisa 50 persen kurang lebih. Pokoknya enggak kaya tahun yang sudah-sudah," ungkap Suyanto saat diwawancarai, Senin (28/3/2022).
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa meski tak semujur tahun-tahun sebelumnya. Dia mengaku tak gentar pasalnya setiap bisnis pasti ada pasang dan surutnya.
"Saya udah cukup lama bisnis kulang kaling ini dari tahun 1994, jadi pasti bakal saya jalani mau kayak gimanapun," jelasnya.
Kemudian, Suyanto juga menyampaikan bahwa kolang-kaling yang ia produksi ini didatangkan langsung dari kabupaten-kabupaten yang ada di Bumi Ruwa Jurai.
"Barangnya ini saya ambil dari mana aja di daerah Lampung ini, kalau kebanyakan dari talang padang, ulu belu, gisting, liwa jadi di drop pake mobil gitu. Kalau, paling banyak ini dari Liwa," bebernya.
Selanjutnya Disinggung pemasaran, hal kurang baik pun dituturkan pria berusia 52 tahun itu.
"Pemasaran untuk sekarang ini rada macet, apalagi hari-hari biasa. Itu luar biasa turun drastis," tukas Suyanto.
Saat ditanya apakah ada perbedaan yang signifikan antara bulan Ramadhan dan hari biasanya untuk omset. Menurutnya, perbedaannya hingga 50 persen, dan per hari bisa mencapai 2 kuintal sekali produksi.
"Perbedaan nya bisa 50 persen. Kalau mau ngadepin bulan ramadhan ini banyaknya orang udah mesen. Biasanya buat buka puasa gitu, yang enggak di jual lagi. Nah, kalau hari biasa. Itu paling kaya pedagang yang dijual lagi buat manisan, es dan lain-lain. Kalau disini saya jual Rp. 10,000 per kilogram," ujarnya.
Sementara itu, Muntiayasin seorang pekerja pengupas kolang-kaling menyampaikan, ia bisa mengupas hingga 20-30 rantang dalam sehari.
"Tapi kalau kecil kayak gini paling 12-15 rantang udah banyak. Iya, seharian dari setengah 7 pagi smpe setengah 3 sore," terang wanita yang telah 20 tahun ikut membantu usaha milik Suyanto itu.
Selanjutnya terkait upah yang ia terima, dirinya biasa mendapatkan penghasilan kisaran Rp. 1,500 hingga Rp. 2,000 per rantang.
"Kalau bulan puasa ini naik harga jual naik kita juga naik, kalau biasa 1.500 kalau ramadhan 2.000, setiap bulan puasa," pungkasnya. (Riduan)
BACA JUGA: Soal Syarat Mudik, Ini Kata Kadis Kesehatan Provinsi Lampung
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 644
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 300
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 241
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 199
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 188
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 67
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 53
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 52
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 48
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 47
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 45
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 43
BERLANGGANAN BERITA