Logo Saibumi

Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI, Ketua Cabor dan Bendahara Cabor Billiar Diperiksa

Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI, Ketua Cabor dan Bendahara Cabor Billiar Diperiksa

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Tim Jaksa Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus pada Kejaksaan Tinggi Lampung kembali melakukan pemeriksaan terhadap 3 orang saksi terkait dengan perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam Penyalahgunaan Dana Hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tahun Anggaran 2020.

 

BACA JUGA: Divre IV Hanya menyediakan Pelayanan Rapid Test Antigen di Stasiun Tanjungkarang

Saksi-saksi yang diperiksa antara lain:

1. NB selaku Ketua Cabang Olahraga Billiard, diperiksa sebagai saksi terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam Penyalahgunaan Dana Hibah KONI Tahun Anggaran 2020.

 

2. SS Selaku Bendahara Cabang Olahraga Billiard diperiksa sebagai saksi terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam Penyalahgunaan Dana Hibah KONI Tahun Anggaran 2020.

 

Kasi Penkum Kejati Lampung I Made Agus Putra mengatakan, bahwa dimana sebelumnya pada tanggal 21 hingga 22 Maret 2022 Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Lampung juga telah melakukan pemeriksaan terhadap satu saksi yaitu IW

 

"IW itu selaku Ketua Cabang Olahraga Golf, SG selaku Ketua Cabang Olahraga Baseball, HB selaku Ketua Cabang Olahraga FORKI dan KA selaku Ketua Cabang Olahraga Muay Thai sebagai saksi terkait pekerjaannya pada masa menjalankan tugas pada jabatannya," ungkapnya, Rabu (23/3/2022).

 

Lebih lanjut menuturkan, pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri.

 

"Ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi serta pemeriksaan saksi bertujuan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi berkas perkara penyalahgunaan dana hibah KONI tahun anggaran 2020," jelasnya.

 

Dimana sebelumnya, dalam tahap penyelidikan ada beberapa fakta yang harus didalami pada kegiatan tersebut, diantaranya program kerja KONI dan pengajuan dana hibah tidak disusun berdasarkan usulan kebutuhan KONI dan cabang olahraga, sehingga penggunaan dana hibah koni diduga terjadi penyimpangan dan tidak sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan.

 

"Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan mengikuti secara ketat protokol kesehatan antara lain dengan menerapkan 6M," pungkasnya. (Riduan)

BACA JUGA: Gubernur Arinal Djunaidi Dorong Kabupaten Lampung Tengah tetap Menjadi Penopang Ketahanan Pangan di Provinsi Lampung

>

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA