Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan bahwa pihaknya masih mencari informasi terkait penangkapan yang dilakukan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri terhadap terduga teroris yang di wilayah hukum Provinsi Lampung.
"Saya lagi mencari informasi dulu ya, tentang kapan ditangkapnya. Karena itu kan, densus sifatnya ke khususkan ya, apalagi ini kan menyangkut masalah teroris ya. Tentu kita harus melakukan cek dan riceknya terlebih dahulu terkait informasi itu," ungkap Pandra, Selasa (8/3/2022).
Lebih lanjut ia menuturkan bahwa apa yang dilakukan Tim Densus adalah bertujuan untuk memutus mata rantai aksi terorisme di Indonesia.
"Yang jelas kegiatan densus ini dalam rangka untuk melakukan upaya penyelidikan dan penyidikan dalam rangka memutus mata rantai aksi-aksi terorisme di indonesia." jelasnya.
Disinggung, pihaknya membenarkan bahwa penangkapan itu benar-benar dilakukan, menurutnya hal itu sudah bisa dibenarkan.
"Artinya sudah bisa dibenarkan kegiatan itu memang sudah berada kegiatan itu sudah berlangsung karena rangkaian-rangkaian itu kan dari penyelidikan dan penyidikan," tukasnya.
Selanjutnya pihaknya pun akan segera menginformasikan apabila ada informasi lebih lanjut.
"Nanti apabila ada informasi baru dari Mabes Polri kami akan menyampaikan," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Lurah Srengsem Hendra J Saputra membenarkan bahwa adanya salah seorang warga, berinisial GN yang diamakan.
Perlu diketahui, sebelumnya kabar tentang pihak kepolisian mengamankan satu orang terkait dugaan terorisme, ramai diperbincangkan pada Selasa 8 Maret 2022.
Atas dasar itulah,
saibumi.com mencoba menghimpun informasi terkait hal tersebut.
Saat ditemui di Kantornya Hendra mengungkapkan bahwa, ia mendapatkan kabar itu sekira pukul 15.30 Wib pada Senin 7 Maret 2022.
Lebih lanjut ia menuturkan bahwa lokasi berada di RT 022 Lk. 02 Kampung Bati Serampok, Kelurahan Srengsem, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung
"Iya bener memang ada yang diamankan, cuma saya tidak terlalu mengetahui. Karena saya mendapatkan informasi dari Bhabin," ungkapnya, Selasa (8/3/2022).
Disinggung apakah benar GN diamankan ini terkait terorisme, Lurah yang baru menjabat satu bulan ini belum bisa memastikan hal itu.
"Kalau adanya satu orang yang diamankan memang benar, tapi kalau untuk terkait terorisme saya belum bisa memastikan itu. Mungkin, pihak terkait yang bisa menjelaskan itu," tutup Hendra. (Riduan)
BACA JUGA: Catat! Ini Ketentuan Perjalanan Terbaru Sesuai Surat Edaran Nomor 11 Tahun 2022