Logo Saibumi

Harga Minyak Goreng Rp 14.000 Belum Merata di Pasaran, Program Pemerintah Dipertanyakan?

Harga Minyak Goreng Rp 14.000 Belum Merata di Pasaran, Program Pemerintah Dipertanyakan?

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Pedagang minyak goreng di Pasar Tradisional mengeluhkan harga minyak yang dibanderol masih mahal.

 

Tidak hanya itu, mereka juga mengaku belum mendapatkan subsidi dari pemerintah hingga membuat mereka sepi dari pelanggan.

BACA JUGA: Dua Tahun Pandemi, Produksi Kue Tutun Optimis Cuan Jelang Imlek 2022

 

Sejaub ini, subsidi baru dilakukan di pasar modern mulai dari supermarket, minimarket, Indomart atau Alfamart dan telah disediakan minyak subsidi pemerintah dengan harga Rp14 Ribu per liter.

 

"Harga jual Rp. 19,000 sebelumnya harganya Rp. 13,000 itu dua bulan yang lalu. Terus naik, saban hari naik. Enggak bisalah turun, walaupun ada program pemerintah yang Rp. 14,000 tapi itukan di minimarket gitu, kalau di pasar harganya masih naik," ungkap Santo pedagang di Pasar Tugu, saat diwawancarai, Rabu (26/1/2022).

 

Lebih lanjut ia pun menceritakan, di pasar ini apabila ada pilihan lain mungkin masyarakat akan memilih harga minyak yang lain.

 

"Kalau beras ada pilihan, tapi kalau minyak ini enggak ada pilihan. Nah, kalau yang seliter minyak ini 20ribu kalau yang 2liter 40ribuan lah," jelasnya.

 

Selain itu, Santo juga menyampaikan agar harga ini bisa disesuaikan dan disamaratakan.

 

"Harus diringankan lagi, soalnya dari tahun dulu aja harga minyak makan naik terus, kecuali bensin ya. Kita ini di pasar kenapa gak mau nurunin harga minyak sayur, karena darisananya emang udah mahal. Kita ini ngambil darimana aja yang murah, kalau dari distributornya enggak bisa turun, ya kita ini juga enggak bisa nurunin juga," tukasnya.

 

Disinggung ihwal harapan, Santo menuturkan adanya subsidi dari pemerintah.

 

"Harapan kita kalo bisa disubsidilah, karena setau saya dari tahun ke tahun harganya enggak turun-turun. Alesannya biaya produksinya tinggi," ujarnya.

 

Kemudian saat ditanya soal pendapatan ia pun menuturkan, meski ada program minyak murah. Namun, masih ada pelanggannya yang tetap membeli di warungnya. Walaupun pendapatannya agak sedikit berkurang.

 

"Nah, kaya sekarang ini di indomaret, alfamart harganya 14ribu itu pengaruh banget sama kita. Tapi ya masih ada lah masyarakat yang beli di kita. Namanya rejeki ya ada aja lah," pungkas Santo. (Riduan)

BACA JUGA: Dua Tahun Pandemi, Produksi Kue Tutun Optimis Cuan Jelang Imlek 2022

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA