Logo Saibumi

Kurikulum Pendidikan di Indonesia, Silir Berganti! Ternyata Sudah 11 Kali Perubahan, Ini Uraiannya

Kurikulum Pendidikan di Indonesia, Silir Berganti! Ternyata Sudah 11 Kali Perubahan, Ini Uraiannya

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Dinamika perubahan dalam dunia pendidikan sering kali berubah, terlebih setiap kali ganti Presiden, maka akan ganti menteri. Bergantinya menteri pendidikan akan merubah dan mengganti kurikulum.

Perlu diketahui, sejarah perjalanan kurikulum di mulai dari Kurikulum 1947, Kurikulum 1952, Kurikulum 1964, Kurikulum 1968, Kurikulum 1975, Kurikulum 1984, Kurikulum 1994, Kurikulum 2004, Kurikulum 2006 Kurikulum 2013, dan Kurikulum 2013 Revisi.

BACA JUGA: Ini 5 SMA Terbaik di Lampung Berdasarkan Nilai UTBK 2021

Setidaknya kurikulum di Indonesia, sudah mengalami sebelas kali pergantian semenjak merdeka.

Pada 1952-1964 dimana usia kurikulum kurang lebih 12 tahun dengan ciri khas kurikulum Rencana Pelajaran Terurai dengan spesialisasi mata pelajaran, kemudian diganti program Pancawarhana dengan pengembangan rohani dan jasmani.

Pada 1964-1968 kala itu, Tumbangnya kekuasaan orde lama ke orde baru direntang berdampak terhadap bergesernya kurikulum menjadi pembentukan manusia Pancasila Sejati dengan mendasarkan diri pada UUD 1945.

Sementara itu pada periode 2004-2006 merupakan kurikulum paling singkat terjadi, Kurikulum Berbasis Kompetensi yang menekankan kompetensi siswa dengan menggunakan metode bervariasi, dimana dalam proses pembelajaran guru bukan satu-satunya sumber. Kemudian diganti dengan 2006 yang berciri khas desentralisasi pendidikan, guru dituntut membuat dan mengembangkan silabus sendiri dengan sistem penilaian sesuai dengan kondisi daerah masing-masing.

Setiap kurikulum memberikan ciri khas tertentu sesuai dengan permasalahan dan tuntutan jamannya. Kurikulum yang dipakai hari ini sebagai penyempurnaan dari berbagai kelemahan kurikulum sebelumnya.

Kurikulum 2013 sebagai penyempurnaan dari kurikulum 2006, dengan beberapa unsur penilaian pengetahuan, keterampilan, sikap dan prilaku serta spiritual menggunakan prinsip penilaian sahih, objektif, adil, terpadu, terbuka, menyeluruh, sistematis, akuntabel dan edukatif. Hadirnya beberapa unsur penilaian dari Kurikulum 2013 sebagai jawaban terhadap kritik yang memojokan sekolah hanya mengukur unsur pengetahuan atau di ranah kognitif saja.

Pada awal pelaksanaan Kurikulum 2013 banyak keluh kesah yang disampaikan oleh para pendidik kerena terlalu banyaknya ranah yang harus di ukur, akan tetapi hadirnya aplikasi e-raport dengan indikator terukur menjadi solusi permasalahan yang terjadi. Sementara dari sisi materi Kurikulum 2013 lebih simpel dan tidak telalu membebani. Peran siswa lebih dominan dalam mengekplor berbagai pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki, sementara peran guru hanya sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran. (Riduan)

BACA JUGA: PTM Sekolah: Disdikpora hentikan PTM Bagi Sekolah Yang Siswanya Terpapar COVID-19‎



Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong