Saibumi.com (SMSI), Lampung Selatan -Seorang balitab ernama Bagus Irama berusia 19 bulan tewas tertabrak kereta api di Dusun Srimulyo II Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar Lampung Selatan, Rabu (17/11/2021) sekitar 08.12 WIB.
Balita tertabrak diduga akibat kelalaian karena tak mengawasi anak saat bermain di luar rumah. Berdasarkan laporan yang disampaikan ke Polres Lampung Selatan, disebutkan korban berjalan keluar dari rumah seorang diri tanpa diketahui pihak keluarga di rumah.
Ibu korban yakni Hartini (35) sempat pingsan saat mengetahui kejadian tersebut.
BACA JUGA: Jalin Sinergitas Dengan Awak Media, Kapolsek TBU Kunjungi SMSI Lampung
Diketahui Jarak rumah korban hanya sekitar 20 meter dari areal rel kereta api.
Menurut Suci (30) tetangga korban sekaligus saksi mata, sebelum kejadian korban bermain sama anak dan kakaknya bernama Irfan di gundukan pasir. "Karena saya mau mandi, jadi anak saya, saya suruh masuk," kata Suci.
Namun tidak beberapa lama kemudian, peristiwa kecelakaan tersebut terjadi. "Enggk lama saya masuk mau mandi, dengar suara terikan, "Mamak, Adek, " kata Suci.
Suci mengungkapkan setelah mendengar suara terikan dari kakak korban, dia langusng keluar melihat ke arah rel kereta api melihat korban yang kondisinya sudah mengenaskan.
"Saya keluar rumah masih pakai handuk karena mau mandi. Saya lihat kakak korban menunjuk ke arah rel, terus saya lihat kondisi tubuh korban sudah terpotong misah antara kepala dan bagian kakinya, jadi saya mau nolong apa," jelasnya.
Setelah melihat kondisi korban yang sangat parah, ia tidak berani untuk menolong korban. "Saya syok, dan teriak, menenangkan orang tua korban yang histeris," ucap dia.
Selanjutnya korban di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek.
Manager Humas PT KAI Divre IV Tanjung Karang Jaka Jakarsih mengatakan, balita tersebut meninggal ditempat setelah tertabrak kereta api Babaranjang yang melaju dari arah Tanjung Karang menuju Kota Bumi.
"Korban meninggal dunia di jalur kereta api kemudian korban dievakuasi oleh warga setempat lalu dibawa ke RSUD Abdoel Moeloek," katanya.
Sebelumnya kereta api yang melaju dari arah Tanjung Karang menuju Kota Bumi itu sempat membunyikan s35 saat melihat balita merangkak diatas jalur kereta api. "Masinis sudah membunyikan s35 (klakson lokomotif) saat masuk di jalur 2 stasiun Gedung Ratu," katanya.
Atas kejadian itu pihak PT.KAI mengungkapkan turut berdukacita atas kejadian itu. Dia pun mengimbau supaya orangtua dapat selalu melakukan pengawasan terhadap anak apalagi ketika berada di areal perlintasan kereta api.
"KAI menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya bayi tersebut, untuk orang tua diharapkan untuk lebih melakukan pengawasan," pungkasnya. (Sinta)
BACA JUGA: Jalin Sinergitas Dengan Awak Media, Kapolsek TBU Kunjungi SMSI Lampung
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 649
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 303
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 241
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 201
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 190
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 78
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 56
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 55
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 55
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 52
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 49
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 47
BERLANGGANAN BERITA