Logo Saibumi

TNWK Belum Dibuka, Pengamat Lingkungan : Jangan Jual Penderitaan Hewan Jaga dan Lindungi

TNWK Belum Dibuka, Pengamat Lingkungan : Jangan Jual Penderitaan Hewan Jaga dan Lindungi

Saibumi.com (SMSI), Lampung Timur - Ramai ditanyakan sejumlah destinasi wisata, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lampung Timur Junaidi mengatakan bahwa kewenangan untuk membuka TNWK (Taman Nasional Way Kambas) atau tidak keputusan berada di pihak Balai TNWK.

 

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur sudah pernah melakukan simulasi pembukaan TNWK di masa pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Diduga Bawa Senpi Ilegal Warga Lamtim di Giring ke Mapolres

 

"Kami juga tidak paham kenapa TNWK belum membuka diri terkait wisata. Wisata lokal di Lamtim sudah buka semua, seperti pantai, wisata mangrove dan lainnya," kata Junaidi. Sementara itu, Kepala Balai TNWK Kuswandono, enggan memberi jawaban, terkait kapan dibukanya objek wisata TNWK.

 

Tanggal 12 Agustus lalu adalah Hari Gajah Sedunia. Tentu menjadi pengingat akan pentingnya melestarikan mamalia darat terbesar di dunia ini.

 

"Dari informasi dan berita yang kita terima, habitat orang utan di Sumatera dan Kalimantan itu kurang, sehingga populasinya menurun dengan cepat. Hal yang sama berlaku buat Gajah Sumatera (juga gajah pigmi di Kalimantan). Habitat Harimau Sumatera juga berkurang drastis (sehingga memudahkan terjadinya perburuan dan pembunuhan) yang menyebabkan populasi harimau hanya tinggal kurang dari 400 individu," ujar Lisman Sumardjani, Pengamat dan Praktisi Kehutanan Indonesia dalam keterangan tulisnya.

 

Hal tersebut, ingatkan kita kembalipopulasi hewan tidak hanya jadi objek wisata namun juga keberadaannya harus di jaga dan dilindungi. (Tia)

BACA JUGA: Warga Tewas Diserang Gajah, Pihak TNWK Belum Bisa Klarifikasi, Ini Alasannya!

>

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA