Logo Saibumi

Kejati Lampung Klarifikasi Terkait Pemberitaan Jurnalis Suara.com Jadi Korban Intimidasi Jaksa A

Kejati Lampung Klarifikasi Terkait Pemberitaan Jurnalis Suara.com Jadi Korban Intimidasi Jaksa A

Foto: Saibumi.com/Riduan

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung langsung mengklarifikasi terkait seorang Jurnalis Suara.com Ahmad Amri yang diintimidasi saat melakukan peliputan di Kantor Kejaksaan Tinggi Lampung, Jumat (22/10/2021) pagi. 

 

BACA JUGA: Dinas Perindag Provinsi Lampung Gelar Pasar Lelang Hasil Transaksi Rp.192.540.000

Kasipenkum Kejati Lampung I Made Agus Putra Adnyana menjelaskan bahwa kejadian itu adalah mis komunikasi.

 

"Bapak Amri pagi-agi sempat wa saya, namun saya ada kegiatan. Sehingga saya dalam wa itu, kalo bisa siang. Tiba-tiba saat siang rame pemberitaan, yang saya sayangkan pemberitaan itu muncul tanpa konfirmasi ke saya sebagai kasipenkum. Disini kita hadirkan Jaksa A dan bapak Amri agar bisa bisa berimbang. Kami mengundang kedunya untuk bisa menyelesaikan masalah ini," ungkap Made kepada saibumi.com, Jumat (22/10/2021) sore.

 

Selanjutnya Amri menceritakan "Berawal saya kesini (Kejaksaan) pagi hendak bertemu jaksa A lalu saya bertemu dengan jaksa A. Jaksa A meminta agar saya menitipkan barangnya termasuk HP ke post penjaga. Saya menuruti permintaan jaksa A, kemudian saya diajak ke atas, kemudian saya naek keatas, saya juga gag sempat bicara. saat itulah terjadi intimidasi kepada saya," jelas Amri.

 

Sementara itu Jaksa A mengklarifikasi terkait apa yang terjadi.

 

"Jadi benar yang dikatakan pak amri, saya klarifikasi. Memang benar saya menyuruh pak amri umtuk tidak memperbolehkan membawa hp. Karena memang SOP nya seperti itu, saya mengapresiasi wartawan. Namun maksud saya bila informasi itu a1 silahkan tangkap saya, pak amri belum bisa memberikan informasi sebenarnya, jangan main judge bahwa saya menerima uang sebesar 30juta. Saya tidak menerima apapun, kecuali kalo memang a1 dan ada buktinya, tapi ini tidak ada. Ini yang saya klarifikasi, saya siap di tahan apabila ada bukti. Namun apabila tidak ada bukti saya bisa tuntut balik," tukas Jaksa A.

 

Amri menambahkan "Kenapa saya menyebut nama langsung, disini saya punya data lengkap, saya bukan menjudge. Kemudian saya luruskan lagi, saat saya diatas beliau tidak memberi ruang untuk saya berbicara, saya paham bahwa beliau buru-buru, tapi maksud saya bukan menjudge, karena sumber saya jelas," Tambah Amri.

 

Dalam hal ini Kasipenkum I Made Agus Putra Adnyana pun menarik kesimpulan ihwal yang terjadi. Made pun mengatakan bahwa alahkah baiknya segala sesuatu terkait pemberitaan bisa di konfirmasikan terlebih dahulu kepada saya sebagai Kasipenkum.

 

"Tadi sudah sama-sama kita dengarkan, apa yang diberitakan oleh suara.com adalah tidak benar. Pada prinsipnya, segala sesuatu itu harus ada konfirmasi saya. Saya mohon kepada temen-temen jurnalis untuk bisa konfrirmasi kepada saya untuk semua pemberitaan. Kami tegaskan apabila ada bukti, saksi yang kuat laporkan. Namun kembali konfirmasikan dulu. Saya juga harus konfirmasi dulu kepada yang bersangkutan. Dan itu terkait pemberitaan ini adalah tidak benar. Dan kedua belah pihak telah saling memaafkan," pungkas I Made Agus Putra Adnyana. (Riduan)

BACA JUGA: Kondisi Pasar Masih Sepi, Mobilitas Pedagang Pasar Smep Berharap Pemkot Beri Dukungan



Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong