Logo Saibumi

Kondisi Mahasiswa Memburuk Usai Dibanting Polisi, ISESS: Setuju Sanksi Pidana

Kondisi Mahasiswa Memburuk Usai Dibanting Polisi, ISESS: Setuju Sanksi Pidana

Foto: Ilustrasi/Pixabay

Saibumi.com (SMSI), Tangerang - Kondisi Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Serang berinisial MFA (21) kini harus mendapat perawatan di Rumah Sakit Ciputra Tangerang. 

 

MFA sebelumnya dianiaya oleh petugas polisi berupa dibanting, dipiting, dan ditendang, saat aksi sedang berlangsung. Rabu (14/10/2021) kemarin.

BACA JUGA: Tuntas Tepat Waktu, TMMD 112 Sengkuyung III Kodim Magelang Resmi Ditutup

 

Seperti nampak dalam video, bantingan tersebut sangat keras dan diduga mencederai organ dalam. Pasalnya, MFA saat itu dilaporkan sempat kejang-kejang.

 

“Pundak, leher kayak gak bisa digerakin. Sama kepala agak kliyengan (pusing). Sama tadi pagi tuh, sedikit muntah-muntah sama engab (sulit napas),” kata MFA, dalam rekaman Kamis (14/10/2021).

 

Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto setuju jika oknum anggota polisi yang membanting mahasiswa saat aksi HUT ke-389 Kabupaten Tangerang dikenakan sanksi pidana.

 

Menurutnya, hal itu bisa memberikan efek jera dan pembelajaran bagi anggota lain agar tidak berbuat hal serupa.

"Saya setuju aparat yang melakukan penganiayaan secara sengaja dihukum berat, dan dituntut pidana karena itu benar-benar akan membuat efek jera bagi oknum aparat yang akan melakukannya," kata Bambang Kamis 14/10

 

Di sisi lain, Bambang menilai sanksi tegas perlu diberikan terhadap oknum tersebut. Jika tidak, maka kejadian yang mencoreng citra institusi kepolisian ini menurutnya akan terulang kembali.

 

Sumber: Suara.com

Dalam 5 tahun, sekitar 150 perusahaan yang didominasi padat karya di Jawa Barat relokasi ke daerah lain. Ada pula perusahaan yang tutup. "Relokasi ini sudah terjadi sejak 2016 dan alasannya tidak terdeteksi atau tidak tercatat dengan baik," ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jawa Barat, Ning Wahyu Astutik saat dihubungi Kompas.com, Rabu (13/10/2021). Ning menjelaskan, kondisi ini memprihatinkan. Karena relokasi dan tutupnya perusahaan berdampak pada naiknya jumlah pengangguran secara signifikan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apindo: Dalam 5 Tahun, 150 Perusahaan Pilih Pindah dari Jabar ke Jateng gara-gara Upah", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2021/10/13/122516478/apindo-dalam-5-tahun-150-perusahaan-pilih-pindah-dari-jabar-ke-jateng-gara?page=all.
Penulis : Kontributor Bandung, Reni Susanti
Editor : Aprillia Ika

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
Dalam 5 tahun, sekitar 150 perusahaan yang didominasi padat karya di Jawa Barat relokasi ke daerah lain. Ada pula perusahaan yang tutup. "Relokasi ini sudah terjadi sejak 2016 dan alasannya tidak terdeteksi atau tidak tercatat dengan baik," ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jawa Barat, Ning Wahyu Astutik saat dihubungi Kompas.com, Rabu (13/10/2021). Ning menjelaskan, kondisi ini memprihatinkan. Karena relokasi dan tutupnya perusahaan berdampak pada naiknya jumlah pengangguran secara signifikan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apindo: Dalam 5 Tahun, 150 Perusahaan Pilih Pindah dari Jabar ke Jateng gara-gara Upah", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2021/10/13/122516478/apindo-dalam-5-tahun-150-perusahaan-pilih-pindah-dari-jabar-ke-jateng-gara?page=all.
Penulis : Kontributor Bandung, Reni Susanti
Editor : Aprillia Ika

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
Dalam 5 tahun, sekitar 150 perusahaan yang didominasi padat karya di Jawa Barat relokasi ke daerah lain. Ada pula perusahaan yang tutup. "Relokasi ini sudah terjadi sejak 2016 dan alasannya tidak terdeteksi atau tidak tercatat dengan baik," ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jawa Barat, Ning Wahyu Astutik saat dihubungi Kompas.com, Rabu (13/10/2021). Ning menjelaskan, kondisi ini memprihatinkan. Karena relokasi dan tutupnya perusahaan berdampak pada naiknya jumlah pengangguran secara signifikan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apindo: Dalam 5 Tahun, 150 Perusahaan Pilih Pindah dari Jabar ke Jateng gara-gara Upah", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2021/10/13/122516478/apindo-dalam-5-tahun-150-perusahaan-pilih-pindah-dari-jabar-ke-jateng-gara?page=all.
Penulis : Kontributor Bandung, Reni Susanti
Editor : Aprillia Ika

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

BACA JUGA: Tuntas Tepat Waktu, TMMD 112 Sengkuyung III Kodim Magelang Resmi Ditutup

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA