Logo Saibumi

Durasi dan Jarak Tempuh Ideal Naik Motor

Durasi dan Jarak Tempuh Ideal Naik Motor

Saibumi.com (SMSI), Lampung Selatan - Sepeda motor masih dianggap alat transportasi yang murah dan efisien oleh sebagian masyarakat, baik untuk penggunaan jarak dekat maupun perjalanan jauh. Namun alat transportasi yang aman khususnya roda dua harus menjadi perhatian semua pihak. Lantaran sepeda motor disebut masih berkontribusi besar terhadap angka kecelakaan di jalan raya.


 
Bicara soal jarak aman berkendara, ada beberapa hal menarik untuk dibahas. Selain kondisi motor yang prima, kondisi fisik juga harus dipersiapkan. 
 


Lantas, berapa lama durasi atau jarak tempuh maksimal yang bisa ditempuh biker untuk mengemudikan motor?

BACA JUGA: Ini Jarak Aman Naik Motor yang Direkomendasikan Sesuai Kecepatan

 

Jika merujuk Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pasal 90 ayat (3), Pengemudi Kendaraan Bermotor Umum setelah mengemudikan Kendaraan selama 4 (empat) jam berturut-turut wajib beristirahat paling singkat setengah jam. 


 
Meski dalam kondisi sehat, pengemudi sepeda motor wajib berhenti setelah melakukan perjalanan selama 3-4 jam, untuk beristirahat sedikitnya selama setengah jam. Tujuannya untuk merefresh kondisi badan, dan disarankan agar waktu istirahat tersebut dipergunakan untuk tidur sejenak.


 
Kondisi kesehatan pengemudi, tentunya akan berdampak pada kenyamanan dan kesigapan berkendara dalam mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan di jalan raya. Semua itu penting untuk menjaga keselamatan pribadi pengemudi dan pengguna jalan lainnya. Kelelahan tentunya akan berdampak pada konsentrasi berkendara, hingga berpotensi menyebabkan kecelakaan, yang tentunya merugikan diri sendiri dan orang lain.


 
Yogi Kepala Cabang TDM Honda Sidomulyo menambahkan “untuk jarak tempuh berkendara dapat disesuaikan dengan kondisi sepeda motor. Jika motor dalam kondisi prima, tak menutup kemungkinan jarak tempuhnya bisa maksimal. Bahkan ada biker yang melakukan perjalanan keliling dunia menggunakan sepeda motor”. 


 
Selain itu, jarak tempuh juga berpengaruh pada sistem pengereman dan juga kondisi ban. Pada saat berkendara dalam waktu yang lama, untuk sepeda motor yang masih menggunakan rem tromol bisa mengalami panas berlebih. Panas berlebih ini cukup berbahaya karena bisa menyebabkan rem blong. Untuk itu disarankan agar rutin melakukan pengecekan berkala pada kedua komponen tersebut. Tambah Yogi.


 
Menjaga keselamatan berkendara adalah yang utama. Ingat, keluarga Anda menunggu di rumah. Jangan sampai Anda tiba di rumah dengan kondisi yang tak diharapkan.(SB05)

BACA JUGA: Ini Jarak Aman Naik Motor yang Direkomendasikan Sesuai Kecepatan

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA