Logo Saibumi

Isu Moderasi Beragama, Solusikah Bagi Kehidupan Generasi Umat Manusia?

Isu Moderasi Beragama, Solusikah Bagi Kehidupan Generasi Umat Manusia?

Foto: Keindahan Masjid Abu Dhabi [Pixabay]

Saibumi.com (SMSI), Jakarta -  Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyebut bahwa pihaknya sedang menyiapkan materi kurikulum moderasi beragama untuk disisipkan dalam Kurikulum Program Sekolah Penggerak. Ia mengatakan rancangan itu disusun bersama Kementerian Agama (Kemenag).

 

Menurut pantauan Saibumi.com Kemenag sendiri telah meluncurkan empat modul moderasi beragama sebagai pedoman teknis implementasinya.

BACA JUGA: Bentrokan Antar Ormas, Akibatkan Satu Anggota PP Tewas dan Markas BPPKB Terbakar

 

Pertama, modul pendidikan karakter melalui moderasi beragama. Kedua, modul penguatan wawasan moderasi beragama. Ketiga, modul integrasi moderasi beragama pada pendidikan agama Islam. Keempat, modul pengembangan dan pengelolaan kegiatan moderasi beragama bagi siswa. 

 

Menurut Nadiem, moderasi beragama sangat penting diajarkan karena salah satu dari tiga “dosa besar pendidikan” di tanah air adalah intoleransi beragama. Dosa besar lainnya adalah perundungan dan kekerasan seksual.

 

Tiga “dosa besar pendidikan” yang dirumuskan Nadiem telah menuai banyak kritikan. Sebab, ketiga permasalahan tersebut sebenarnya hanya cabang dari persoalan mendasar pendidikan di tanah air. Nadiem dianggap hanya mampu melihat permukaannya saja tanpa menyelami penyebab mendasar runyamnya pendidikan Indonesia.

 

Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia Muhammad Ramli Rahim menyatakan, sebenarnya tiga dosa besar tersebut merupakan dampak dari buruknya sistem pendidikan kita. “Buruknya kurikulum, tata kelola, dan rendahnya kualitas guru, menjadi penyebab semua masalah. Itu yang menyebabkan siswa tak senang belajar dan berujung pada stres,” ujarnya.

 

Baginya ini merupakan musibah besar. Ketika mereka yg diharapkan mampu memecahkan persoalan riil malah berpaling pada isu-isu pesanan, utk memenuhi syahwat permusuhan pada golongan yg mereka sebut sebagai radikal dan intoleran. Mereka menyangka mereka berbuat perbaikan padahal mereka sedang berbuat kerusakan. Allah telah menjelaskan dalam firman-Nya:


"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan". Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. (QS. Al-Baqarah : 11-12).

 

Tak sedikit banyak yang mengritisi aksi yang diadakan kemenag dalam video live streaming youtube terkait moderasi agama 

 

"1:12:17 dikemasnya sangat tendensius sekali terhadap ajaran islam. Berbeda pandangan adalah suatu bentuk toleransi. Belajar menghormati keyakinan bahwa menjawab salam dari non muslim adalah haram adalah suatu bentuk toleransi juga. Kenapa seolah2 orang yang mempunyai pandangan berbeda adalah salah. Bukankah negara kita negara demokrasi?" ujar warganet
 
 
"Tak takutkah mereka menjadi penghalang tegaknya agama yg di Ridhoi Allah? Siapa sesungguhnya yg mengingkari Pancasila dan UUD45?" ujar lagi warganet

BACA JUGA: Bentrokan Antar Ormas, Akibatkan Satu Anggota PP Tewas dan Markas BPPKB Terbakar

#

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA