Foto: Saibumi.com/Riduan
Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Unit ponsel yang disita dari penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Bandarlampung dimusnahkan petugas.
Kepala Rutan, Sulardi mengatakan bahwa pemusnahan ini merupakan upaya menciptakan zero halinar di lingkungan rutan.
BACA JUGA: Doa Sebelum Berpergian Agar Selamat Sampai Tujuan Lengkap
"Sebenarnya kegiatan ini dalam rangka untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di lingkungan, di dalam peraturan kememkumham nomor 6 tahun 2013 sudah jelas tentang tata tertib. Jadi sudah jelas larangan seperti memiliki, menjual, dan sebagainya sudah di atur. Terutama handphone, yang jelas tidak diperbolehkan," ungkap Sulardi kepada saibumi.com, Kamis (23/9/2021)
Lebih lanjut karutan mengatakan unit ponsel yang didapatkan dalam razia di rutan hasil dari enam bulan terakhir.
"Ini adalah bentuk komitmen kami, dan unit handphone ini adalah hasil razia selama 6 bulan terakhir. Dan bagi wbp yang kedapatan membawa hp adapun sanksinya adalah yang pertama strapsel, lalu tidak diberikan hak-hak seperti remisi, ini adalah komitmen bersama. Dan tadi pun pada kegiatan para wbp berikrar untuk tidak melakukan hal itu lagi," jelasnya
Disinggung apakah saat razia menemukan narkoba, Sulardi mengatakan bahwa selama melakukan razia rutin tidak pernah menemukan narkoba.
"Alhamdulillah setiap razia kita melibatkan temen-temen polri dan brimob, alhamdulillah selalu dalam hasil penggeledahan tidak ditemukan barang-barang terlarang seperti narkoba. Kalau handphone memang masih ada lah," ujarnya
Sulardi juga mengatakan bahwa masalah handphone ini memang masih menjadi PR bagi seluruh petugas Rutan.
"Karena masalah handphone ini adalah kebutuhan bagi mereka apalagi di masa pandemi covid-19 ini. Kita tau bahwa selama pandemi mereka kan tidak bisa bertemu dengan keluarganya, oleh karena itu, mungkin untuk melampiaskan rasa rindu akhirnya dia nyolong-nyolong menyelundupkan handphone," tutur Karutan
Ia menambahkan pihak rutan sendiri telah memberikan solusi agar para wbp bisa melampiaskan rasa rindu kepada keluarga, dengan cara disediakan fasilitas wartel.
"Sebenarnya kita sudah fasilitasi dengan adanya wartel, kita fasilitasi dengan video call. Mereka diberikan video call dengan keluarganya, tapi memang ada keterbatasan, karena kita punya sarana cuma ada lima handphone untuk video call sementara penghuni adalah 1267. Pasti durasi waktunya tidak cukup, makanya mereka nyolong-nyolong dan melanggar aturan. Saat kedapan ya kita sita," pungkas Sulardi. (Riduan)
BACA JUGA: Doa Sebelum Berpergian Agar Selamat Sampai Tujuan Lengkap
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 642
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 295
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 265
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 234
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 197
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 186
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 38
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 34
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 34
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 31
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 30
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 28
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 25
BERLANGGANAN BERITA