Logo Saibumi

Esti Wijayanti : Semoga Secepatnya Level PPKM DIY Turun dan Segera Pembelajaran Tatap Muka

Esti Wijayanti : Semoga Secepatnya Level PPKM DIY Turun dan Segera Pembelajaran Tatap Muka

Caption foto : Anggota DPR RI Esti Wijayanti saat di wawancarai awak media sehabis acara pembagian sembako

Saibumi.com (SMSI), JOGJA - Anggota Komisi X DPR RI, Esti Wijayati, berharap Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di DIY dimulai. Berdasarkan analisis, pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama hampir dua tahun ini hasilnya tidak optimal. Inilah pekerjaan rumah (PR) besar bagi dunia pendidikan di DIY maupun Indonesia.

 

BACA JUGA: Polda DIY dan Tentara Langit Familia Bagikan Sembako Untuk Komunitas Malioboro

Bukan rahasia lagi, selama pembelajaran online, orang tua pelajar justru mengerjakan tugas-tugas sekolah sedangkan anak-anak sepertinya lebih asyik bermain. Tidak heran nilai rapor hasil belajar mereka bagus.

 

“Ketika masa pandemi anak-anak hampir dua tahun tidak ada pendidikan secara langsung dengan tatap muka, seperti panjenengan kagungan putra, itu pasti merasa jane sing sekolah iki njenengan apa anake. Wong tuwane to. Sing garap PR sapa. Bijine apik-apik. Woo…, wong tuwane kok,” ujarnya, Minggu (29/8/2021).

 

Kepada wartawan usia menghadiri Bakti Sosial Polda DIY bersama Tentara Langit Familia di Gedung Serbaguna Kalurahan Wirogunan Yogyakarta, anggota Fraksi PDI Perjuangan ini menyatakan berdasarkan arahan Satgas Covid maupun Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri, daerah yang menerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level satu sampai tiga, wajib melaksanakan PTM.

 

“Syarat utamanya, seluruh pendidik dan tenaga kependidikan 100 persen harus vaksin. Komisi X menyampaikan agar daerah-daerah level empat segera mungkin PTM,” ungkapnya.

 

Namun demikian, syarat vaksin tidak hanya bagi pendidik dan tenaga kependidikan tetapi juga anak didik. Hanya saja,  vaksinasi terhadap anak didik tetap harus seizin orang tuanya.

 

Selain vaksinasi, pelaksanaan PTM disertai izin dari orang tua murid serta mengikuti protokol kesehatan (prokes) yang ketat mulai dari memakai masker, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir sebelum masuk ruang kelas dan menjaga jarak. Catatannya, apabila situasi setempat tidak memungkinkan, sebaiknya tidak perlu dipaksakan.

 

“Termasuk seluruh wilayah yang melakukan PTM, karena situasi  ini tidak mungkin kita paksakan, kondisinya masih ada yang trauma dan ketakutan, maka pembelajaran tatap muka tetap dilaksanakan dengan syarat orang tua memberi izin. Itu pun dengan prokes yang ketat,” tambahnya. (tuti)

BACA JUGA: Danramil 03/Bandongan Resmi Buka Lapangan Arenavoba



Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong