Logo Saibumi

Suhu Dingin di Pagi dan Malam Hari Akhir-Akhir Ini, Ini Penjelasan BMKG

Suhu Dingin di Pagi dan Malam Hari Akhir-Akhir Ini, Ini Penjelasan BMKG

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Suhu udara di Kota Bandar Lampung begitu terasa lebih dingin akhir-akhir ini terutama pada malam dan pagi hari. Hal itulah lantas menjadi pembicaraan hangat netizen di sosial media.

Eka Nurdy, warga Bandar Lampung, lantas menanyakan ihwal suhu yang terasa berbeda ini

BACA JUGA: Tingkatkan Sinergitas, Rutan Sukadana Terima Kunjungan Pengadilan Negeri Sukadana

"Apakah ini ada pengaruh aphelion yang menyebabkan dingin 4 hari terakhir," ungkapnya melalui pesan Whatsapp group BMKG Lampung

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membenarkan bahwa saat ini suhu udara memang secara umum lebih terasa dingin.

"Halo sobat BMKG Lampung, ini murni fenomena alam yang terjadi setiap tahun ya sobat. Fenomena ini biasa dikenal dengan Aphelion atau jarak terjauh bumi dan matahari yang terjadi pada bulan Juli, tahun ini jatuh pada tanggal 6 Juli 2021 pukul 05.27 WIB. Tahun ini jarak antara matahari dan bumi sekitar 152.100.527 kilometer udah jangan dibayangin pokoknya jauh kayak perasaan doi selama ini," tulis BMKG pada pesan siaran

Lebih lanjut BMKG menambahkan tentang dampak apa yang terjadi pada fenomena itu sendiri

"Terus dampaknya apa ya ke wilayah Lampung? Gak ada dampak yang signifikan. Suhu lebih dingin itu lebih karena musim kemarau jadi tidak banyak tutupan awan, awan kan salah satu sifatnya menahan panas nah karena awannya tidak ada jadi radiasi yang dilepaskan bumi pada malam hari langsung lepas ke atmosfer, inilah mengapa saat musim kemarau suhunya terasa lebih dingin. Nah jadi fenomena ini bukan fenomena langka atau tanda tanda akan terjadi bencana ya sobat," tambah BMKG

Jadi meskipun posisi matahari saat ini berada pada titik jarak terjauh dari bumi (APHELION) dalam siklus gerak revolusi bumi mengitari matahari, hal itu tidak berpengaruh banyak pada fenomena atmosfer permukaan.

Fenomena 'bediding' yaitu suhu terasa lebih dingin saat menuju puncak musim kemarau lebih banyak dipengaruhi oleh dinamika dan atmosfer fisis dekat permukaan bumi, dan hal ini biasanya terjadi tiap tahun, bahkan ini pula yang nanti dapat menjadikan beberapa tempat seperti di Dieng dan dataran tinggi lainnya, berpotensi terjadi embun es (embun upas) yang dikira salju oleh sebagian orang.(*)

BACA JUGA: Kolaborasi dengan Pemkot Metro, YKWS Mulai Puskesmas Inklusif Untuk Masyarakat



#

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong