Logo Saibumi

Pemerintah Dan Satgas Covid-19 Diminta Tegaskan Soal GeNose Yang Membingungkan Masyarakat.

Pemerintah Dan Satgas Covid-19 Diminta Tegaskan Soal GeNose Yang Membingungkan Masyarakat.

Ilustrasi GeNose

Saibumi.com (SMSI), Jakarta – Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menjelaskan, agar meminta penggunaan GeNose (alat screening Covid-19) disudahi. Menurutnya, GeNose memiliki tingkat akurasi yang rendah sehingga berpotensi menimbulkan false negatif.

 

BACA JUGA: Resah Serangan Tikus Meluas,Sertu Kaswanto Bantu Petani Gropyokan di Sawah

Alat skrining Covid-19 yaitu GeNose C19, dinilai Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) memiliki akurasi rendah dalam mendeteksi virus.

YLKI pun mengusulkan pemeriksaan GeNose C19 sebagai syarat untuk melakukan perjalanan diganti dengan metode rapid test antigen. Kamis, (24/06/2021)

 

YLKI menilai faktor harga semestinya bukan menjadi pertimbangan utama alat buatan para ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) digunakan menggantikan alat lainnya yang lebih secara akurasi lebih teruji.

 

Harga yang ditawarkan untuk satu kali tes Covid-19 menggunakan GeNose C19 pun tergolong murah, mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu sesuai dengan transportasi yang digunakan.

 

Layanan GeNose C19 ini pun dapat digunakan oleh pelaku perjalanan di simpul transportasi, yaitu di pelabuhan, bandara, terminal dan stasiun kereta api.

 

"Untuk apa harga murah jika mengancam keamanan dan keselamatan diri dan orang lain?

Sebaiknya pilihan antigen (minimal) demi keamanan dan keselamatan bersama," tutur Tulus.

 

BACA JUGA: Silaturahmi dengan Jajaran Pengurus Dharma Wanita Persatuan, Riana Sari Arinal harapkan kerjasama dan Dukungan dalam menjalankan Program

#
>

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA