Logo Saibumi

Kenali Cara Cepat Memperbaiki Motor Susah Hidup Saat Diengkol

Kenali Cara Cepat Memperbaiki Motor Susah Hidup Saat Diengkol

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Sistem starter yakni sebuah rangkaian elektrik yang tugasnya memutar poros engkol agar memicu pembakaran pertama pada mesin tersebut.


Sistem inilah yang betanggung jawab proses penghidupan mesin. Tetapi, kendala motor yang susah hidup tak Cuma dikarenakan oleh sektor starting system.
Suroso, Kepala Bengkel AHASS Astra Motor Imam Bonjol menjelaskan beberapa penyebab motor susah hidup saat diengkol atau distarter dan cara mengatasinya :

BACA JUGA: TILAS Hadir Di Bandara Adisutjipto Yogyakarta


Tegangan Aki Lemah
Masalah ini bisa terjadi untuk jenis motor apapun, aki yang merupakan komponen penyimpanan arus listik, tugasnya akan menyuplai kebutuhan listrik sewaktu proses starting.

 

Biasanya, baterai motor mempunyai tegangan 12 volt. Apabila kurang akan terjadi aki soak maupun low battery. Normalnya, tegangan 10 – 12 volt. Ketika tegangan baterai lemah maka putaran starter akan lebih melambat. Sedangkan agar dapat terjadi pembakaran, proses engkol harus dapat berputar berkisar 450 RPM jika kurang dari itu, mesin tidak dapat hidup.

 

Ada Korsleting Di Sistem Starting
Short circuit / hubungan singkat arus listrik merupakan penyebab utama kerusakan pada starter. Biasanya terjadi di terminal 30 starter yang letaknya berdekatan pada logam mesin yang menghubungkan massa aki. Untuk mengetahuinya, umumnya ada bekas terbakar / hitam di area tersebut. Motor starter pun cenderung mati langsung karena fase / sekering starter terputus.

 

Tahanan Kabel Busi Melonjak
Kabel busi merupakan kabel yang memiliki ukuraan besar yang menghubungkan coil ke cop busi. Fungsi kabel busi ini menyalurkan listrik tegangan tinggi dari coil, sehingga tahanan kabelnya mempengaruhi tegangan akhir yang akan masuk ke busi.


Ketika tahanan / hambatan kabel busi melonjak, listrik yang masuk ke dalam busi jadi semakin kecil maka api busi juga kecil bahkan mati. Untuk memperbaikinya bisa dengan mengukur tahanan busi memakai pengukur ohm meter. Jika angka tahanan lebih dari 25 Kohm, otomatis anda perlu menggantinya.

 

Bensin Tidak Turun
Untuk yang masih menggunakan karburator pada sistem bahan bakar konvesional. Bensin mengalir dari tanki menuju karburator yang memanfaatkan perbedaan ketinggian.


Posisi tanki yang lebih tinggi akan mendorong bensin mengalir masuk pada karburator dengan sendirinya. Tetapi, saat motor didiamkan sampai beberapa hari, seringnya timbul masalah dimana udara terjebak pada selang bensin. Hal itu disebabkan tidak ada pompa yang menekan bensinnya, sehingga udara akan menghambat bensin turun ke dalam karburator, jadinya mesin akan sulit dihidupkan. Cara mengatasinya sebetulnya sangat mudah, tinggal lepas selang radiator yang menghubungkan input karburator tersebut. Umumnya memakai klem kawat. Sesudah terlepas, tunggu sampai bensin mengalir seperti biasa. Kemudian pasang lagi selang tersebut dan cobalah untuk menyalakan motor.(SB05)

 

BACA JUGA: Tips Membawa Barang Bagi Saat Mengendarai Motor Agar Tetep Aman Untuk Perempuan



#

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong