Saibumi.com (SMSI), Lampung Barat - Buntut dari tidak lakunya harga sayur mayur, Aliansi Pemuda Peduli Petani Kabupaten Lampung Barat, menggruduk kantor bupati. Massa yang tergabung dari sejumlah mahasiswa tersebut menyampaikan sejumlah aspirasi meraka, agar pemkab setempat memberikan trobosan kedepannya.
Koordinator Lapangan (Korlap), Ananda Putra mahasisa Uniperistas STKIP Bandar Lampung, dalam orasinya mengatakan, jika dalam dua tahun terakhir dampak dari Civid-19 petani menjadi kesulitan dan mengeluhkan hasil pertanian yang kian memburuk.
"Kami lihat pemkab lambar dalam hal ini, masih kurangnya pengawasan dalam hal penyaluran bantuan sarana dan prasarana,hingga dinilai tidak tepat sasaran. Salain itu juga tidak adanya kebijakan stabilisasi harga sehingga banyaknya kerugian masyarakat, tidak ada yang menjamin hasil pertanian masyarakat sehingga hasil panen warga yang terbuang dan tidak terjual," kata Putra.
Lanjut dia, pihaknya menuntut pemerintah agar dapat mencarikan solusi dalam waktu satu bulan kedepan, terkait masalah yang terjadi saat ini ditingkat petani. Jika tuntutan tidak ada solusi maka pihaknya akan kembali menggelar aksi damai dengan massa yang lebih banyak.
"Empat poin pokok yang kami sampaikan yakni pemkab segera melakukan pengawasan, pengawalan dalam hal bantuan, pemkab segera membuatkan kebijakan terkait kestabilan harga di bidang pertanian, pemkab segera menyediakan wadah penampungan hasil bumi dalam sekala besar dan terakhir pemkab segera menyediakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sehingga hasil petani dapat dikelola dikemas dipasarkan moderen,"Ungkap dia.
Sementara itu para mahasiswa setelah kurang lebih dua jam melakukan orasi, mereka ditemui langsung oleh Bupati Lambar Parosil Mabsus di depan parkir kantor Bupati.
"Saya sangat bangga dengan para mahasiswa yang tenggap terhadap keluhan para petani saat ini, karena peduli dengan para petani, saat ini datang menyuarakan jeritan dan keluhan para petani, kami pemerintah Lampung Barat sangat apresiasi terkait hal tersebut," kata Pak Cik Sapaan Akrab Bupati Parosil Mabsus saat temui para pendemo.
Lanjut Parosil, terkait hal tersebut tentunya pemkab akan melakukan langkah-langkah untuk mencarikan solusi terbaik, karena harga hasil pertanian yang selalu naik turun ditingkat pasaran.
"Saya akan memberikan PR bagi Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan dengan masalah hasil petani ini, tentunya kami akan melakukan langkah-langkah seperti koordinasi dengan perusahan-perusahan besar baik yang ada di Bandar Lamoung, Jakarta Palembang, paling tidak ini merupakan solusi kedepan," kata dia.
Masih kata Parosil, jika haknya pemkab akan membuat resi gudang itu tidak dimungkinkan untuk dilakukan mengingat saat ini APBD lambar masih rendah.
"Intinya kami menyambut baik langkah dan masukan dari kawan-kawan mahasiswa, saat ini datang dan teriak dalam hal positif, jika nanti ada sesuatu hal yang masih ingin disampaikan saya siap, saya tunggu di rungan atas kita musyawarah," Tutup Parosil.(*)
Laporan Reporter Saibumi.com: Edi Saputra
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 642
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 295
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 265
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 234
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 197
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 186
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 38
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 34
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 34
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 31
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 30
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 28
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 25
BERLANGGANAN BERITA