Logo Saibumi

ES Terduga Pelaku Zina, Oknum Anggota DPRD Pesawaran Diperiksa Subdit IV Ditreskrimum Polda Lampung

ES Terduga Pelaku Zina, Oknum Anggota DPRD Pesawaran Diperiksa Subdit IV Ditreskrimum Polda Lampung

Saibumi.com(SMSI),  Bandarlampung - ES, terduga oknum Anggota DPRD Pesawaran dari Fraksi Partai Gerindra, hari ini (06/05/2021) memenuhi panggilan Kepolisian Daerah Lampung terkait kasus dugaan perzinahan sesuai dalam laporan Nomor : LP/B-672/IV/2021/SPKT/POLDA LAMPUNG.

ES datang ke Mapolda Lampung didampingi Kuasa Hukumnya beserta asisten pribadi dan sopirnya, langsung buru-buru hendak masuk kedalam ruangan pemeriksaan Subdit IV Reknakta, "tanya ke kuasa hukum, kan ada kuasa hukum," ujarnya berlalu.

BACA JUGA: Walikota Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Progo 2021

ES dipanggil Polda Lampung mengenai laporan dugaan perbuatan zinah di dalam kendaraan mobil, yang dilakukannya di tepi pantai bersama seorang pria yang sudah beristri.

Selama tiga jam lebih ES diperiksa di Ruangang Subdit IV Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung.

Terkait pemeriksaan tersebut, kuasa hukum ES menuturkan, pemeriksaan kali ini hanya berkaitan laporan dugaan zina yang dilakukan ES bersama dengan suami orang.

"Hanya sebatas itu saja, langsung ke ketua tim saja," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Kriminal Umum Polda Lampung Kombes Pol Muslimim Ahmad, belum memberikan banyak keterangan.

"Langsung konfirmasi penyidiknya aja" singkatnya.

Namun, Kasubdit IV Renakta, AKBP Adi Sastri, "TIDAK MERESPON" saat Saibumi.com bertanya mengenai hal tersebut diatas.
(Ndhst/saibumi)

BACA JUGA: Menjelang Idul Fitri 1442 H Stock BBM dan Elpiji di Lampung Aman.



#

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong