https://www.idntimes.com/business/finance/nanda-akmalia-1/3-cara-ini-bisa-cegah-naiknya-harga-sembako-saat-ramadan-c1c2
Saibumi.com (SMSI), Pada saat menjelang hari raya idul fitri konsumsi masyarakat akan memiliki kecenderungan semakin meningkat, peningkatan konsumsi terjadi pada komoditas makan, sandang dan juga transportasi. Karena peran pemerintah memberikan libur panjang dan pihak perusahaan memberikan gaji tambahan atau Tunjangan Hari Raya kepada para karyawannya, sehingga hal ini dapat memicu kenaikan permintaan barang dan jasa apabila tidak diseimbangi dengan supply yang memadai maka akan menyebabkan kenaikan harga barang maupun jasa, kenaikan ini bisa terjadi pada saat menjelang dan sesudah hari raya idul fitri.
Kenaikan harga barang dan jasa yang dapat menyebabkan kenaikan harga barang-barang lainnya secara umum dapat di sebut sebagai Inflasi. Fenomena inflasi ini bisa terjadi pada saat menjelang dan pasca hari raya seperti saat sekarang ini menjelang Hari Raya Idulfitri, meningkatnya inflasi disebabkan oleh adanya peningkatan pendapatan serta perilaku konsumsi masyarakat yang meningkat menyebabkan adanya trand inflasi atau dapat juga disebut sebagai inflasi musiman selama hari raya. Selain itu juga penyebab adanya inflasi karena adanya faktor psikologis produsen yang mengetahui adanya tambahan pendapatan pada konsumen sehingga mengakibatkan produsen menaikan harga barang maupun jasa menjelang dan pasca hari Raya Idul Fitri.
Inflasi akan memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap perekonomian inflasi yang tinggi akan mengakibatkan pendapatan masyarakat akan terus menurun sehingga standar hidup dari masyarakat turun dan akhirnya menjadikan orang miskin semakin miskin. selain itu inflasi yang tidak stabil akan menciptakan ketidakpastian bagi pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan.
BACA JUGA: Masih Pandemi, Akankah Bisnis Ritel Kembali Menggeliat di Tahun 2021?
Pengendalian inflasi sangat penting menjadi salah satu perhatian pemerintah karena inflasi dapat memperburuk distribusi pendapatan, inflasi yang terkendali akan menciptakan kestabilan sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian.
Artikel ini ditulis oleh Dona Fitriani, I Soni Kurniawan ( Universitas Sarjanawiyata tamansiswa Yogyakarta )
BACA JUGA: Masih Pandemi, Akankah Bisnis Ritel Kembali Menggeliat di Tahun 2021?
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 642
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 297
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 238
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 197
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 186
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 45
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 41
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 40
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 37
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 35
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 33
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 30
BERLANGGANAN BERITA