Logo Saibumi

Sembilan Kriteria Bappenas, Lampung Paling Siap Jadi Ibukota Republik Indonesia

Sembilan Kriteria Bappenas, Lampung Paling Siap Jadi Ibukota Republik Indonesia

Foto: Ruslan/Saibumi.com

Saibumi.com, Bandar Lampung - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana akan memindahkan ibukota negara Republik Indonesia dari Jakarta.

Bappenas melansir sembilan kriteria agar suatu wilayah dapat dijadikan sebagai ibukota negara menggantikan DKI Jakarta.

BACA JUGA: Solid AG Meriahkan Rangkaian HUT Kota Bandar Lampung Ke-337

Dari sembilan kriteria itu, Lampung adalah yang paling siap menjadi ibukota Republik Indonesia, karena aman dari cincin api, ada akses pelabuhan, ketersediaan air bersih, dan pembiayaan infrastruktur rendah.

Lalu, dominasi lahan milik pemerintah, dekat dengan ibukota yang sudah berkembang, budayanya terbuka, serta memiliki parameter pertahanan dan keamanan (Hankam).

"Kelebihan Lampung lainnya, semua elemen dan tokoh masyarakat yang ada di Lampung maupun Jakarta, sampai pusat kekuasaan, semuanya menyatakan dukungan konkretnya melalui tanda tangan," ujar Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, Kamis, 25 Juli 2019.

Hal itu diungkapkannya saat penandatanganan deklarasi dan kajian Lampung jadi Ibu Kota negara Republik Indonesia, di Gedung Syariah, Lantai 2, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Sukarame, Bandar Lampung, Kamis, 25 Juli 2019.

Hadir seluruh rektor di Lampung, Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, Tokoh Masyarakat Nuril Hakim, Ketua MUI Lampung KH Khairuddin Tahmid, Ketua REI Lampung Joko Santoso, Perwakilan Pers Donald Haris Sihotang, para Pemimpin Redaksi (Pimred) media massa, dengan moderator Ardiansyah.

"Bahkan, pada saat Rakor Gubernur se-Sumatera di Provinsi Bengkulu, para gubernur se-Sumatera memberikan dukungan kepada Provinsi Lampung menjadi Ibukota Negara (IKN), yang dituangkan dalam Piagam Memorandum of Rafflesia," jelas Taufik.

Salah satu poinnya adalah para gubernur se-Sumatera mengusulkan Provinsi Lampung sebagai salah satu alternatif untuk dikaji menjadi ibukota negara RI, dalam rangka mengakselerasi pembangunan Pulau Sumatera dan pembangunan nasional.

Dalam pertemuan tersebut, sedikitnya ada enam poin kekuatan Lampung sebagai alternatif ibukota negara. Enam poin tersebut mulai dari sisi geostrategis, demografi, sumber kekayaan alam, ideologi, pertahanan dan keamanan, serta pusat pendidikan.

“Oleh karena itu, dengan adanya berbagai dukungan dari semua pihak dan kesiapan Provinsi Lampung serta kerja keras dan komitmen kita semua, saya yakin dan percaya Provinsi Lampung sangat layak dijadikan sebagai Ibu Kota Indonesia,” kata Taufik.

Selanjutnya, deklarasi dan hasil kajian tentang kelayakan Lampung menjadi Ibukota RI itu diserahkan dari Ketua Umum Relawan DKI Lampung, Aziz Syamsudin, kepada Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, diwakili Taufik.

Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, Taufik menyambut baik dan mendukung sepenuhnya inisiasi Tim Relawan DKI Lampung, dalam penandatanganan kajian dan deklarasi DKI Lampung oleh seluruh rektor dan elemen masyarakat.

"Pemerintah berencana memindahkan ibu kota negara dari DKI Jakarta, yang bertujuan mewujudkan pemerataan pembangunan dan semangat Indonesia sentris di seluruh kawasan Indonesia, serta menaruh harapan positif untuk menjadi negara maju di 2045," ujarnya.

Dijelaskan, ada empat provinsi yang masuk penjaringan Bappenas RI sebagai calon ibukota negara, yakni Provinsi Lampung, Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Kalimantan Timur, dan Provinsi Sulawesi Selatan.

"Provinsi Lampung satu-satunya provinsi yang masuk nominasi dari Pulau Sumatera," terang Taufik.

Hal ini atas upaya semua elemen dan tokoh masyarakat Lampung, yang diinisiasi tim Panja DKI Lampung, hingga akhirnya masuk kriteria Bappenas.

"Tentunya ini merupakan anugerah atas perjuangan yang sudah dilakukan bertahun-tahun, sehingga akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan bagi seluruh masyarakat Lampung," ujar Taufik.

Ketua Umum Relawan DKI Lampung, Aziz Syamsudin, mengaku sangat siap mendukung Lampung sebagai Ibu Kota Negara.

“Selama itu untuk kebesaran dan pengenalan Lampung, saya siap untuk mendukungnya,” tegas dia.

Aziz mengajak seluruh akademisi dan elemen masyarakat terlibat dalam mewujudkan Lampung sebagai ibukota negara.

“Para akademisi harus terlibat aktif, untuk melakukan kajian-kajian, mulai dari kajian lingkungan, budaya, ekonomi, dan lainnya. Kita juga harus mengajak sesepuh masyarakat Lampung dalam mendukungnya,” ujarnya.

Aziz berharap deklarasi ini tidak hanya berhenti sampai di sini, tapi harus diiringi dengan kajian intelektual dan kebudayaan.

“Kita harus menghadapi berbagai konsekuensi Lampung sebagai Ibukota negara. Untuk itu, diperlukan kerjasama dan sinergi berbagai pihak dalam mewujudkan hal ini,” imbaunya.

Rektor UIN Raden Intan Lampung, Moh. Mukri, menjelaskan pihaknya sangat mendukung Lampung sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia. Dalam mewujudkan DKI Lampung, maka harus memperkenalkan dan menunjukkan diri bahwa Lampung siap untuk menjadi Ibu Kota Negara.

“Saya sepenuhnya setuju. Untuk itu, kita harus menunjukkan diri bahwa Lampung layak menjadi Ibu Kota Negara,” kata dia. (rilis/ruslan)

BACA JUGA: Banyak Jual Online dan Arisan, Penjualan Hewan Kurban di Bandar Lampung Menurun

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong