Logo Saibumi

Info Sehat dr. Saibumi: Jangan Terlambat, Cegah Karies Gigi Sekarang Juga

Info Sehat dr. Saibumi: Jangan Terlambat, Cegah Karies Gigi Sekarang Juga

Kebiasaan menyikat gigi sejak dini cegah karies. Foto: Istimewa

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Dari beragam masalah kondisi kesehatan pada gigi, salah satu yang patut diwaspadai, yakni karies gigi. Kasus ini kerap terjadi pada gigi, namun jarang terdeteksi. Oleh karena itu, jangan sampai terlambat dan periksakan gigi secara rutin.

"Gigi kita terdiri dari enamel (bagian terluar gigi), dentin, dan pulpa (bagian gigi yang terdapat pembuluh darah dan syaraf). Jadi, karies gigi itu adalah proses kerusakan pada jaringan keras gigi (email dan dentin) sehingga terbentuk celah atau lubang pada gigi yang bisa ditandai oleh warna spot hitam," papar Dokter Gigi Klinik Utama Saibumi drg. Finnie Luthfia Suheri, Jumat 14 Februari 2020.

BACA JUGA: Indonesia Resmi Larang Impor Binatang Hidup dari China, Ini Daftarnya

Finnie mengutarakan, karies gigi bisa disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya ada bakteri penyebab karies gigi, yaitu streptococcus mutans, tidak menjaga kebersihan gigi, dan kebiasaan menyikat gigi yang salah.

Proses Terjadinya Karies Gigi (Sumber: mandayahospital.com)

"Faktor-faktor penyebab karies gigi, yaitu kebiasaan makan makanan yang lengket dan manis, susunan gigi yang tidak beraturan, dan kebiasaan tidak menjaga kebersihan gigi dengan baik, faktor lainnya juga bisa karena kebiasaan menyikat gigi yang salah. Sehingga gigi yang awalnya hanya berlubang kecil, lama-lama dapat menjadi besar," ungkapnya.

Cara mencegah karies gigi, lanjut Finnie, dengan mengurangi makan makanan yang manis, gosok gigi dua kali sehari (setelah sarapan dan sebelum tidur) dan lakukan kontrol ke dokter gigi secara rutin 6 bulan sekali.

"Sementara untuk penanganannya, jika gigi sudah terkena karies sebaiknya langsung dilakukan penambalan, agar lubang gigi tidak semakin dalam dan tidak mengenai pembuluh darah dan saraf gigi di pulpa. Jika sudah sampai mengenai ruang pulpa, itu harus dilakukan perawatan saluran akar terlebih dahulu," paparnya.

Kondisi gigi dapat dipertahankan dengan tindakan dari dokter gigi. Karies gigi harus dilakukan penanganan segera agar tidak bertambah besar dan tidak mengikis bagian gigi yang sehat.

"Bisa dihilangkan, tapi tergantung kondisinya, ini kasus kalau giginya masih bisa ditambal. Jika gigi yang tersisa karena karies hanya sedikit dan tidak bisa dilakukan penambalan langsung, nanti bisa dibuatkan crown gigi, tergantung kondisinya," bebernya.

drg. Finnie Luthfia Suheri (Foto: Angga/Saibumi.com)

Sedangkan, lanjut Finnie, pada anak-anak gigi yang berlubang hitam disebut nursing bottle caries atau karies karena pemakaian botol susu. Ini juga terjadi dikarenakan kurangnya perhatian orangtua terhadap kebersihan gigi pada anak sehingga anak tidak dibiasakan menggosok gigi.

"Gigi susu pada anak kerap habis dan berwarna hitam dikarenakan pemakaian susu botol pada malam hari dan kebiasaan makan makanan yang manis. Jadi makanan manis memiliki kandungan gula yang tinggi. Gula akan dicerna oleh bakteri di mulut dan menghasilkan asam. Jika gigi tidak dibersihkan dengan benar dan rutin, asam akan mengikis bagian luar gigi yang disebut enamel, sehingga menghasilkan lubang pada permukaan gigi dan membuat gigi menjadi rapuh" pungkasnya. (*)

Laporan Reporter Saibumi.com, Siska Purnama Sari.

BACA JUGA: Data Terkini, Virus Corona Covid-19 Kematian Tembus 1.357 Orang, 60.061 Terinfeksi

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong