Logo Saibumi

Tak Takut Virus Corona, Daging Kelelawar Laku 15 Ekor per Hari

Tak Takut Virus Corona, Daging Kelelawar Laku 15 Ekor per Hari

Pedagang daging kelelawar di Panggang, Gunungkidul, Kamis (6/2/2020). [Julianto / Kontributor Suara.com]

Saibumi.com (SMSI), Jogja – Ancaman virus corona dari Wuhan, China, menjadi musuh seluruh negara di dunia, tak terkecuali Indonesia. Namun, minat masyarakat untuk menikmati kudapan dengan bahan baku kelelawar tidak kunjung surut. Padahal kelelewar merupakan salah satu asal penularan virus corona.

Fenomena ini diakui para pedagang daging kelelawar di Kabupaten Bantul. Bahkan , mereka berani mengklaim jika kelelawar yang dijajakannya aman dan terbebas dari virus corona.

BACA JUGA: Ketua KONI Pusat : Kempo di Indonesia Sangat Membanggakan

Seperti yang diungkapkan oleh pasangan Doni Siswanto (33) dan Romyati (33), warga Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Pasangan ini merupakan pedagang tongseng dan rica-rica berbahan baku binatang kelelawar. Keduanya membuka lapak setiap hari di Selatan Pasar Niten Baru, Jalan Bantul.

Doni mengaku, dirinya telah membaca terkait dengan wabahnya virus corona di wilayah Asia. Namun, ia mengaku tidak mengetahui jika salah satu media penyebarannya adalah melalui kelelawar (codot)  yang selama ini menjadi tumpuan hidup keluarganya.

"Codot ini masih amanlah. Karena saya mengolahnya dengan matang," terangnya kepada Suara.com jaringan Saibumi.com, Kamis, 6 Februari 2020.

Doni mengklaim, jenis codot yang diolah tersebut ia pilih secara selektif, yaitu bukan pemakan serangga ataupun bunga melainkan pemakan buah-buahan di malam hari. Dirinya sudah sangat hafal kelelawar mana yang setiap hari mengkonsumsi buah. Sehingga ia yakin kelelawar tersebut  terbebas dari penyakit yang mematikan.

Bahkan, selama 10 tahun berdagang tidak pernah ada masalah sedikitpun dan semuanya aman. Dari waktu ke waktu peminat olahan codot tersebut justru semakin besar. Sebab, banyak yang meyakini jika daging kelelawar sangat baik untuk kesehatan terutama mengobati penyakit sesak nafas ataupun asma.

"Sekarang yang beli masih ramai dan belum ada himbauan dari pihak manapun," tambahnya.

Untuk pasokannya, codot tersebut memang berasal dari Panggang, Gunungkidul. Lantaran di wilayah tersebut masih ditemukan banyak goa tempat bersarang binatang nokturnal tersebut. (*)

Laporan Reporter Saibumi.com Siska Purnama Sari

BACA JUGA: BNN Razia Dua Lokasi Hiburan, 108 Pengunjung Positif Narkoba

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA