Logo Saibumi

Riset: Es Krim Punya Efek Candu seperti Narkoba, Begini Penjelasannya

Riset: Es Krim Punya Efek Candu seperti Narkoba, Begini Penjelasannya

Es krim | Foto: Pixabaystocksnap

Saibumi.com (SMSI) - Banyak yang menyukai es krim. Kudapan manis dan dingin di mulut ini nampaknya jadi pencuci mulut favorit banyak orang.

Tapi tahukah Anda? Para peneliti di 2012 lalu menyimpulkan es krim memiliki efek candu seperti narkoba.

BACA JUGA: Hanya Jokowi yang Bisa Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Setelah Dinaikkannya

Dilansir dari Telegraph dan Suara.com -- jaringan Saibumi.com, Selasa, 4 Februari 2020, peneliti menemukan, otak menginginkan lebih banyak ketika makan es krim dengan cara yang sama seperti orang yang secara teratur menggunakan kokain.

Studi mereka dipublikasikan secara online di American Journal of Clinical Nutrition.

Dr. Kyle Burger, dari Oregon Research Institute, mengatakan, makan berlebihan 'tinggi lemak' atau 'tinggi gula' tampaknya mengubah cara otak merespons makanan itu dengan cara yang terus menambah asupan.

Dia menambahkan, "data tersebut mendukung teori bahwa makan berlebihan seperti itu dapat mengakibatkan perubahan dalam cara otak merespons makanan tersebut dengan cara yang serupa terlihat pada kecanduan narkoba."

Dalam studi mereka, 151 remaja, berusia 14 dan 16 tahun, diberi milkshake cokelat asli yang dibuat dengan es krim Häagen Dazs.

Para peneliti telah melakukan wawancara dengan para remaja, yang semuanya memiliki 'berat badan yang sehat', tentang kebiasaan makan mereka baru-baru ini dan berapa banyak mereka menginginkan makanan tertentu.

Otak mereka kemudian dipindai dengan Mesin Pencitraan Resonansi Magnetik Fungsional (fMRI) sambil diperlihatkan gambar milkshake sebelum diberikan getaran fisik.

Studi ini menemukan bahwa semua peserta menginginkan shake asli, tetapi mereka yang makan paling banyak es krim selama beberapa minggu sebelumnya kurang menginginkannya.

Dr. Burger menjelaskan bahwa ini adalah reaksi yang sama yang dirasakan oleh seorang pecandu narkoba. Karena meskipun mengidam semakin meningkat, kesenangan yang seharusnya dikirim ke otak sedang tumpul.

Ini, katanya, mungkin karena otak melepaskan tingkat dopamin kimia yang lebih rendah.

Ketika mereka menganalisis pemindaian fMRI, studi ini menemukan remaja yang makan es krim paling banyak mengalami efek yang sama.

Akibatnya, mereka merasa harus makan lebih banyak untuk menikmati perasaan euforia yang sama. (*/ruslan)

BACA JUGA: Gawat! Belum Usai Virus Corona, China Umumkan Flu Burung Mewabah Kembali

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA