Logo Saibumi

Johny Indo Meninggal, Berhenti Ceramah karena Alzheimer? Kenali Gejalanya

Johny Indo Meninggal, Berhenti Ceramah karena Alzheimer? Kenali Gejalanya

Johny Indo I Foto: Istimewa

Saibumi.com (SMSI) - Aktor senior Johny Indo dikabarkan meninggal dunia pada Minggu, 26 Januari 2020, sekira pukul 07.45 WIB.

Hal itu pun terungkap dalam pesan berantai yang beredar di kalangan wartawan hiburan.

BACA JUGA: Ini Tanda-tanda Tubuh Overdosis Kafein Dalam Teh, Kopi dan Minuman Berenergi

"Telah meninggal dunia, Nama: Yohanes Hibertus Eijkenbum atau Jon Indo (H. Umar Billah). Umur 72 tahun pukul 07.45 WIB," demikian bunyi pesan yang beredar.

Nama Johny Indo sempat melambung di era 80-an akhir. Dia pernah membintangi sejumlah film seperti Badai Jalanan, Langkah-Langkah Pasti hingga Daerah Jagoan.

Sebelumnya, dia pernah dijebloskan di Penjara Nusakambangan karena merampok toko emas di Cikini, Jakarta Pusat pada 1979. Dia ditahan selama 14 tahun.

Istri kedua Johny Indo, Dian Kurnila mengungkapkan suaminya yang mu'alaf itu sempat aktif ceramah, lalu berhenti beberapa tahun silam karena sering blank, sampai akhirnya tidak bisa ceramah lagi.

Awalnya, dia mengira kalau Johny Indo cuma bercanda. Tapi ternyata kondisi itu semakin parah.

"Saya pikir bohong, becanda, ternyata beneran. Saya bawa berobat. Sampai ada yang bilang hati-hati kena Alzhaimer. Saya cuma bisa berobat ke teman-temannya doang," kata Dian Kurnila pada Suara.com -- jaringan Saibumi.com.

Lantas bagaimana dan apa sajakah gejala Alzhaimer?

Pertama, sebelum membahas gejalanya, ketahui dulu Alzheimer itu.

Alzheimer adalah penyakit progresif yang perlahan-lahan yang ditandai dengan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, serta perubahan perilaku dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Penyakit ini membuat jaringan otak rusak seiring berjalannya waktu.

Biasanya penyakit ini dimulai dengan gejala pikun ringan seperti mudah lupa tentang kejadian-kejadian yang belum lama dilalui.

Kemudian lambat laun, gejala lain bisa muncul termasuk kerap terlihat bingung, kesulitan berkomunikasi, mengalami gangguan kecemasan dan perubahan suasana hati yang dramatis, bahkan tidak mampu lagi melakukan aktivitas tanpa dibantu orang lain.

Rata-rata pasien Alzheimer hanya dapat hidup selama 8-10 tahun setelah terdiagnosis. Namun, ada keadaan tertentu di mana pasien bisa hidup lebih lama jika cepat terdeteksi dan terobati.

Walaupun penyakit ini biasanya bukan karena faktor genetik, tapi jika ada anggota keluarga yang sakit Alzheimer, Anda lebih berisiko terkena penyakit itu.

Johny Indo I Foto: Istimewa

Tanda-tanda dan gejala

Umumnya, gejala penyakit Alzheimer terbagi dalam tiga tahap, yaitu tahap awal, tahap pertengahan, dan tahap akhir dilansir Hello Sehat.

Tahap awal

-Sering lupa nama tempat dan benda.
-Sering lupa dengan percakapan yang belum lama dibicarakan.
-Sering menanyakan pertanyaan yang sama atau menceritakan cerita yang sama berulang kali.
-Sering merasa lebih sulit untuk membuat keputusan.
-Sering merasa bingung atau linglung.
-Sering tersesat di tempat yang sering dilewati.
-Sering salah menaruh barang di tempat yang tidak seharusnya, misalnya menaruh piring di mesin cuci.
-Kesulitan dalam merangkai kata-kata dalam berkomunikasi.
-Tidak tertarik untuk melakukan aktivitas yang dulunya sangat disukai
-Lebih senang berdiam diri dan enggan mencoba hal baru
-Sering mengalami perubahan suasana hati yang berubah-ubah

Tahap pertengahan

Pada tahap pertengahan, tanda dan ciri-ciri penyakit Alzheimer adalah:

-Sulit mengingat nama keluarga atau teman-teman terdekatnya.
-Meningkatkan rasa kebingungan dan disorientasi, misalnya jadi sering tersesat dan tidak tahu jam berapa sekarang.
-Perubahan suasana hati yang terjadi secara cepat.
-Perilaku impulsif, repetitif, atau obsesif.
-Mulai mengalami delusi dan halusinasi.
-Masalah dengan berkomunikasi.
-Kesulitan melakukan tugas tata ruang, seperti menilai jarak.

Pada tahap ini, seseorang yang mengalami penyakit Alzheimer biasanya membutuhkan dukungan orang lain untuk membantu mereka dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Misalnya mereka mungkin butuh bantuan untuk makan, berpakaian, atau bahkan menggunakan toilet.

Tahap akhir

Di tahap terakhir, tanda dan ciri-ciri penyakit Alzheimer adalah:

-Kesulitan makan dan menelan (disfagia).
-Kesulitan untuk mengubah posisi atau bergerak tanpa bantuan.
-Penurunan atau kenaikan berat badan yang drastis.
-Sering ngompol atau buang air besar tidak disengaja.
-Kesulitan berkomunikasi.
-Perubahan emosi dan sifat.
-Tidak mampu lagi beraktivitas normal akibat hilangnya ingatan mengenai tahapan melakukan aktivitas sehari-hari seperti mandi, makan, dan buang air besar.
-Tingkat perkembangan gejala penyakit Alzheimer berbeda-beda pada tiap orang, tapi umumnya gejala akan berkembang secara perlahan-lahan selama beberapa tahun.

Tingkat perkembangan gejala penyakit Alzheimer berbeda-beda pada tiap orang. Tapi umumnya gejala akan berkembang secara perlahan-lahan selama beberapa tahun. (*/ruslan)

BACA JUGA: Bak Kota Hantu, Wuhan China Ditutup setelah Virus Corona Merebak

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong