Logo Saibumi

Suguhan Kopi di Warkop Waw Bisa Sembuhkan Penyakit, Kok Bisa?

Suguhan Kopi di Warkop Waw Bisa Sembuhkan Penyakit, Kok Bisa?

Ismail Komar sedang meroasting kopi robusta Lampung di Warkop Waw miliknya. Foto: Siska Purnama Sari/Saibumi.com

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Ternyata nongkrong sambil minum kopi tidak hanya sebatas gaya hidup, lebih dari itu, ada manfaat luar biasa kopi bagi kesehatan. Kopi untuk pengobatan ini digagas oleh jurnalis senior di Bandar Lampung, Ismail Komar dengan kedai kopinya V60 Warkop Waw.

Warkop Waw milik pria yang akrab disapa Komar itu dibuka karena keteragantungannya pada kopi. Bukan kecanduan, namun kafein menjadi salah satu obat penyakit yang ia derita.

"Pada 2015 sampai 2018, saya sakit diabet, liver, jantung dan paru-paru. Bolak balik rumah sakit dan beberapa kali operasi paru, pada saat itu saya mulai bosan minum obat karena bobot badan terus menurun," ungkap Komar beberapa waktu lalu saat dikunjungi tim Saibumi.com.

Komar menceritakan, pada Maret 2018 dirinya mulai disuguhi kopi oleh istrinya seebagai terapi. Sejak saat itu, dirinya mulai mengkonsumsi kopi yang ia beli secara tidak sengaja di suatu bazar.

"Uniknya, saya memang enggak suka kopi, tapi saya diberikan kopi tanpa gula. Sejak konsumsi rutin, dalam satu bulan progresnya membaik. Memasuki bulan April-Mei saya mulai belajar tentang kopi, dan saya praktikkan dan mendapat manfat yang begitu besar," paparnya.

Untuk menebarkan manfaat kopi yang lebih luas, Komar membuka Warkop Waw yang menyajikan beragam racikan minuman kopi sehat dengan harga yang bersahabat. Warkop Waw sudah memiliki 116 franchise di beberapa Kota di Indonesia.

"Saya ingin Warkop Waw dimiliki semua orang, ngopi sehat harus dinikmati bersama. Menariknya, ada orang yang memiliki penyakit berbeda dari saya juga konsumsi kopi ini, alhamdulillah sehat. Sehingga saya terus menyebarkan semangat bagi mereka," paparnya.

Menurut Komar, Banyak orang yang ragu-ragu minum kopi karena takut pada cita rasa pahit yang muncul. Tapi di Warkop Waw yang berlokasi di Kompleks Perumahan Graha Madu Pesona, Jl. Turi Raya, Tanjung Senang, Bandar Lampung ini menyempurnakan taste dengan teknik V60.

"Kebetulan istri saya menemukan kopinya. Saya hanya menyempurnakan taste, sehingga mulai dari anak-anak sampai kakek-kakek bisa minum kopi non sugar. Optimalisasi manfaat kopi kan harus non sugar," jelasnya.

Lebih lanjut dijelakan Komar, ada banyak cara menyeduh kopi secara manual atau manual brew, salah satunya teknik V60 pour over. Di mana penyeduhannya dengan cara mengalirkan air panas ke bubuk kopi di atas filter.

"Sebelum disaring, biji kopi terlebih dahulu digiling kasar. Setelah itu masukkan bubuk kopi tersebut ke dalam dripper kemudian diseduh dengan air panas 85-90 derajat celcius dengan gerakan memutar dan perlahan," ungkapnya.

Sementara istri Komar, dr. Endang Purwaningsih menjelaskan waktu yang baik mengkonsumsi kopi mulai pukul 08.00-09.00. Lalu 12.00-13.00. Kemudian, 16.00-17.00 setelah makan.

"Karena pada waktu waktu itu, ada satu jenis enzim yang bisa meningkat bisa membantu daya tahan tubuh jika bertemu dengan zat dalam kopi," ungkap dokter yang praktek di Rumah Sakit Demang Sepulang Raya, Lampung Tengah.

Wanita lulusan Universitas Gajah Mada itu menjelaskan, untuk jenis kopi yang bisa dikonsumsi di rumah sesuai selera, namun cara pengolahannya harus tepat.

"Kopi tubruk apa saja bisa, namun diseduh dengan air panas 85-90 derajat celcius. Jangan terlalu panas airnya karena akan merusak kandungan baik dalam kopi tersebut. Baiknya, setelah air mendidih didiamkan 1 hingga 2 menit dahulu," pungkasnya. (*)

Laporan Reporter Saibumi.com, Siska Purnama Sari.

BACA JUGA: Akibat Wabah Virus Corona, Perayaan Imlek 2020 di China Ditiadakan

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong