Logo Saibumi

Ingkar Janji, Pengusaha Walet di Gayabaru Lampung Tengah Diduga Tidak Punya Izin

Ingkar Janji, Pengusaha Walet di Gayabaru Lampung Tengah Diduga Tidak Punya Izin

Foto: Ilustrasi/Istimewa

Saibumi.com (SMSI) Lampung Tengah - Sebanyak 40 unit gedung sarang walet di Gayabaru, Seputih Surabaya, Lampung Tengah (Lamteng) diduga tidak mengantongi izin resmi dari pemkab setempat.

Hal ini baru terungkap ketika komitmen pengusaha tersebut terhadap warga sekitar dan juga lingkungan tidak ditepati.

BACA JUGA: GTKHNK 35 Plus Lampung Tengah Desak Pemerintah Pusat Terbitkan Kepres

"Perjanjian awal salah satu pengusaha burung walet yang mendirikan gedungnya sejak 30 April 2007 lalu terhadap warga, setiap panen akan menyisihkan 10 persen dari penghasilannya. Rinciannya, lima persen untuk yatim piatu dan lima persen buat lingkungan. Tapi janji itu tidak pernah ditepatinya," ujar Kepala Dusun V Kampung Gaya Baru I, Seputih Surabaya, Tugiyanto, melalui surat pernyataan keberatan warga, Selasa, 14 Januari 2020.

Mewakili warganya, dia menjelaskan jika para pengusaha itu hampir 100 persen tidak memiliki izin resmi, dan tidak pernah peduli dengan warga.

Bahkan, mereka mendirikan bangunan tanpa bicara, apalagi memusyawarahkan dengan warga sekitar.

"Para pengusaha sarang walet di Dusun V Kampung Gaya Baru I, Seputih Surabaya ini terkesan kebal aturan pemerintah. Sejak berdirinya gedung tersebut tidak pernah mengurus izin resmi. Sepertinya merekapercaya diri atas izin dari warga sekitar, walaupun itu didapat dengan membohongi warga," tegas Tugiyanto.

Terpisah, Camat Seputih Surabaya, Dedy Fadilla, mengungkapkan jika pihaknya sudah berulang kali memberikan teguran lisan maupun tertulis, namun tidak dihiraukan.

Bahkan Forum Pimpinan Kecamatan disebut usil terhadap usaha mereka,

"Para pengusaha itu tidak peduli terhadap warga sekitar bangunan, aparat kampung maupun kecamatan. Warga sekitar juga sudah kami ajak bermusyawarah, yang harusnya mereka rangkul baik-baik, " tegas camat, diamini Kapolsek Seputih Surabaya, AKP Yopy Kurniawan.

Warga Kampung Gaya Baru I, Abdul Salam dan Turman, ketika ditemui di rumahnya menjelaskan keberadaan bangunan gedung walet di lingkungan dikhawatirkan menularkan penyakit.

Sedangkan para pengusaha itu tidak pernah menunjukkan kekhawatiran yang mungkin akan terjadi.

"Sebaiknya pihak yang berkuasa secepatnya bersikap. Apalagi ini musim hujan. Kuman dari gedung tersebut gentayangan dibawa angin, Jika tidak, mereka harus taati aturan dengan membuat izin resmi. Warga sekitar lingkungan juga dipedulikan," imbaunya. (*)

Laporan Reporter Saibumi.com: Sansurya

BACA JUGA: Pembinaan Pengawas TK, SD, SMP, PNFI, Bupati Lamteng: Jangan Takut Bekerja Benar

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong