Logo Saibumi

Kakam di Lampung Tengah Bendung Rawa, Rumah Warga Terendam Banjir

Kakam di Lampung Tengah Bendung Rawa, Rumah Warga Terendam Banjir

Foto: Istimewa

Saibumi.com (SMSI) Lampung Tengah - Perwakilan masyarakat Gayabaru 1, Kecamatan Seputih Surabaya, Lampung Tengah (Lamteng) mendatangi Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) setempat, Senin, 13 Januari 2020.

Kedatangan warga tersebut untuk meminta bantuan pengurus PWI Lamteng, terkait rawa Gayabaru 1 yang dibendung Kepala Kampung (Kakam) Gaya Baru 2, Heri Agus Setiawan, hingga mengakibatkan banjir di pemukiman penduduk.

BACA JUGA: Soal Jembatan Rp 1,5 Miliar Ambrol, DPRD Lamteng Akan Bawa ke Ranah Hukum

Bendungan rawa itu juga mengakibatkan sawah milik Budi dan Susilo, warga Gayabaru 1, terendam banjir dan 10 ribu ekor ikan lele di kolam milik Samsul jebol, serta puluhan rumah warga tergenang air yang tingginya mencapai setengah meter.

Hal itu diungkapkan warga Gayabaru 1, Mardiana, mewakili masyarakat.

"Banjir ini terjadi karena bendungan rawa yang dipetak-petak dan dicor kepala kampung Gayabaru 2 tanpa musyawarah dengan masyarakat Gayabaru 1 terlebih dahulu. Ketika warga mempertanyakan persoalan tersebut, yang bersangkutan (kakam) marah dan menantang masyarakat. Harapan dari kunjungan kami ke Kentor PWI Lamteng ini untuk mendapat solusi," ujarnya, di hadapan pengurus dan Anggota PWI Lamteng.

Dijelaskan, karena air yang menggenangi rumah tidak juga surut, akhirnya warga sekitar dibantu kepala kampung Gaya Baru 1 dengan paksa menjebol rawa yang dibendung kepala kampung Gaya Baru 2, untuk mengaliri air yang merendam rumah warga.

"Banjir besarnya berlangsung sehari, namun tidak surut-surut sebelum bendungan rawa dibongkar masyarakat. Selama ini banjir tidak pernah terjadi sebelum adanya bendungan rawa tersebut, meski musim hujan," ungkap Mardiana

Warga sempat meminta ganti rugi. Namun kepala kampung Gayabaru 2 tidak mau bertanggungjawab. Bahkan, Camat Seputih Surabaya, Dedi Fadila sempat menyatakan musibah tersebut sudah selesai.

Namun, ketika warga yang terkena dampak banjir meminta ganti rugi mencapai puluhan juta, pihak-pihak terkait tidak ada yang bertanggungjawab.

"Masyarakat merasa takut dan sungkan untuk menanyakan lebih detail terkait ganti rugi atas dampak banjir yang menimpa padi dan kolam ikan, serta puluhan rumah warga," jelas Mardiana.

Ketua PWI Lamteng, Ganda Hariyadi, meminta camat Seputih Surabaya seyogyanya bisa menyelesaikan kerugian masyarakat dengan tuntas.

Kepala Kampung Gayabaru 2 juga harus bertanggungjawab, karena sebab banjir bermula dari rawa yang dibendungnya.

"Jangan hanya bicara sudah clear, tapi masyarakat masih mempertanyakan ganti rugi yang sampai saat ini belum ada kejelasan. Sekali lagi saya minta camat Seputih Surabaya menuntaskan ganti rugi masyarakat yang terdampak banjir. Kepala kampung Gayabaru 2 harus bertanggungjawab," tegas Ganda, ketua PWI Lamteng tiga periode itu. (*)

Laporan Reporter Saibumi.com: Sansurya

BACA JUGA: Hadapi Cuaca Ekstrem, Bupati Lampung Tengah Minta BPBD Siap Siaga

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong