Logo Saibumi

Sang Ibu Histeris Ketakutan, Manusia Gorong-gorong Terima Penghargaan dari Pemkot Bandung

Sang Ibu Histeris Ketakutan, Manusia Gorong-gorong Terima Penghargaan dari Pemkot Bandung

Uha (42/ketiga dari kanan) saat mendekap ibunya Ikah (60) yang menangis. | Foto: Kompas

Saibumi.com (SMSI) - Suasana di Balai Pertemuan RW003 Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat, mendadak ramai, Senin, 30 Desember 2019.

Itu karena adanya pemberian apresiasi kepada Uha (42), setelah aksinya masuk ke dalam gorong-gorong yang dipenuhi air kotor viral di media sosial.

BACA JUGA: Jalin Kerjasama dengan SMSI Lampung Klinik Utama Saibumi Buka Posko Kesehatan

Dari pantauan, di tengah-tengah kegiatan tersebut seorang wanita tua bernama Ikah (60) yang diketahui sebagai ibu kandung Uha, berteriak histeris sambil menangis ketika diajak ke Balai Pertemuan Warga.

"Naha teu bebeja ka emak (kenapa tidak kasih tahu emak)," ujar Ikah, dilansir Kompas.

Melihat kondisi demikian, Uha yang dijuluki 'manusia gorong-gorong' itu langsung mendekap tubuh Ikah yang gemetaran, karena ketakutan di tengah kerumunan warga.

Ikah yang salah paham mengaku khawatir anaknya terlibat dalam tindakan kriminal.

"Uha jangan dibui, nanti emak sama siapa," tuturnya.

Setelah hampir 30 menit, Ikah akhirnya bisa tenang setelah diberi pengertian oleh anaknya.

"Moal mak, Uha mah teu ngabangsat, teu maling. Uha bade meunang rejeki, engke rejekina buat emak (Tidak mak, Uha tidak nyolong, tidak maling. Uha mau dapat rejeki, nanti rejekinya buat emak semua)," ujar Uha menenangkan ibunya sambil menangis.

Lurah Cikutra, Asri Desiyani, yang juga ikut menenangkan Ikah menjelaskan, jika anaknya tidak berbuat kriminal dan tidak akan ditangkap.

"Ibu Ikah berpikir Pak Uha akan ditangkap. Tapi saya bilang ke Ibu Ikah kalau Pak Uha berprestasi, mau dikasih penghargaan dari kelurahan, kecamatan, dan Pak Wali Kota," tuturnya.

Pihaknya memberikan penghargaan berupa paket sembako dan beberapa uang kepada Uha.

"Kita siapkan piagam penghargaan, paket sembako, seragam Linmas, karena kebetulan beliau anggota Linmas RW 03. Ada juga uang penghargaan dari Pak Camat," ujarnya.

Diketahui, Uha (42), warga Jalan H Syahroni, Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, ramai diperbincangkan di medsos, setelah aksinya masuk ke gorong-gorong yang dipenuhi air kotor.

Unggahan tersebut pertama kali dibagikan Yulius Iskandar, warga Padasuka, Kota Bandung, melalui akun media sosial Twitter-nya @juliuzickboy, Sabtu, 29 Desember 2019.

Saat ditemui, Senin pagi, Uha menjelaskan, kejadian tersebut direkam pada Selasa, 24 Desember 2019.

Saat itu, air berwarna abu-abu kehitaman meluap dari dalam gorong-gorong dengan lebar 60x60 sentimeter di perempatan Jalan H Syahroni.

"Kasihan orang-orang yang mau ke masjid, jijik nginjek airnya," kata Uha.

Dia ternyata sudah menjadi langganan warga untuk membersihkan gorong-gorong ketika terjadi luapan.

Setelah mendapatkan izin dari pejabat kewilayahan setempat, tanpa pikir panjang Uha langsung masuk ke gorong yang dipenuhi air berwarna abu-abu kehitaman.

"Ah, saya mah udah biasa, langsung aja masuk cuma pakai kolor," tutur Uha.

Seperti sudah tahu masalah yang menyebabkan air di dalam gorong-gorong meluap, air langsung surut ketika Uha 'nyemplung' ke dalam gorong-gorong tersebut.

"Sampai di dalam ada pembalut, plastik, kayu-kayu. Saya ambil, dapat setengah plastik besar, pasir sama lumpur dapat satu karung. Sampah yang paling banyak itu pembalut, pampers, plastik, dan kayu-kayu kecil," terang Uha.

Pria yang tidak memiliki pekerjaan tetap ini mengaku tidak pernah jijik masuk ke gorong-gorong yang dipenuhi air kotor dan sering berbau tidak sedap.

"Ah enggak (jijik), anggap saja masuk kolam renang. Saya sudah sering bolak-balik masuk ke gorong-gorong kalau lagi meluap. Kalau dihitung sudah 20 tahun sejak gorong-gorong ini ada," ungkap Uha.

Inisiatif sendiri

Pria yang dijuluki manusia gorong-gorong ini mengaku, alasan dirinya masuk ke gorong-gorong sedalam tiga meter tersebut karenan geram dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandung, yang lambat membersihkan saluran drainase.

"Ini mah inisiatif dari saya saja sendiri, soalnya petugas bilangnya nanti-nanti terus. Pernah datang, tapi datangnya kalau sudah surut.," kata Uha, saat ditemui di Jalan Haji Syahroni.

Uha berharap kepada masyarakat sekitar bisa lebih peka dalam menjaga kebersihan saluran drainase.

"Saya mah cuma minta masyarakat sadar, jangan buah sampah lagi ke selokan dan gorong-gorong karena kecil. Jangan dimasuklan sampah lagi," harapnya.

Sedangkan kepada Pemerintah Kota Bandung, Uha berharap gorong-gorong di wilayah Kelurahan Cikutra diperbesar, agar mudah mengontrolnya ketika ada luapan air.

"Dalammya memang tiga meter, tapi di dalam salurannya cuma 14 inchi," jelas Uha. (*/ruslan)

BACA JUGA: Pesawat Bek Air Jatuh Tewaskan 12 Orang, Penumpang Selamat: Remuk seperti Kaleng

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong