Logo Saibumi

Tingkatkan Partisipasi Pemilih, KPU Bandar Lampung Akan Merilis Maskot dan Jingle Pilkada 2020

Tingkatkan Partisipasi Pemilih, KPU Bandar Lampung Akan Merilis Maskot dan Jingle Pilkada 2020

Ketua KPU Bandar Lampung Dedy Triadi. Foto: Siska Purnama Sari/Saibumi.com

Saibumi.com (SMSI) Lampung Bandar Lampung - Maskot dan jingle Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 akan segera diperkenalkan kepada masyarakat. Rencananya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bandar Lampung akan meluncurkannya pada gelaran Launching Pilkada 2020 di Kawasan Car Free Day Tugu Adipura, Minggu 15 Desember 2019.

Ketua KPU Bandar Lampung Dedy Triadi mengatakan, acara tersebut untuk menyosialisasikan pilkada kepada masyarakat. Sehingga partisipasi pemilih meningkat untuk turut serta mendatangi TPS saat pencoblosan walikota dan wakil walikota Bandar Lampung 2020 mendatang.

"Bahwa pada pilkada sebelumnya tingkat partisipasi pemilih di kota ini hanya 66,8%, sehingga harapannya dengan di-launching dan sosialisasi yang lebih masif, tingkat partisipasi pemilih dapat melebihi angka pada pilkada 2015," kata Dedi usai Audensi bersama Walikota Bandar Lampung Herman HN, Rabu 4 Desember 2019.

Dedi mengutarakan, dalam sosialisasi, KPU menyasar segmentasi pemilih pemula, komunitas, perempuan, pengidap disabilitas, kaum marjinal, tokoh agama dan masyarakat. Menurutnya, di antara segmen tersebut banyak faktor terkait dengan partisipasi.

"Data pemilih pada pemilu tahun lalu sebanyak 638 ribu. Namun saat hari H yang tidak bisa memilih dalam daftar hampir 45 ribu. Mungkin itu masalah administrasi kependudukan atau domisili. Sebab banyak warga yang berasal dari luar Bandar Lampung, seperti mahasiswa dan para pekerja, itu yang menjadi pembenahan kita terkait data pemilih pemula," jelasnya.

Dedi menilai masyarakat Kota Bandar Lampung sudah cerdas dalam memilih calon pemimpin dan tahapan pemilu. Mampu menerima informasi dengan baik dan intens dalam menggali informasi melalui media sosial.

"Untuk di pusat kota Bandar Lampung bisa dikatakan masuk kawasan yang elit, sudah kategori pemilih yang cerdas, tinggal bagaimana kita meningkatkan partisipasi pada teman-teman pemilih. Namun untuk daerah pesisir, tugas kita untuk terus bersosialisasi hingga hari H," ungkapnya.

Dia menambahkan, tolok ukur penilaian suksesnya pilkada masih mengacu dengan kualitas serta kuantitas partispasi masyarakat yang datang ke TPS. Akan tetapi, terkadang jumlah DPT tidak sesuai dengan jumlah pemilih yang datang ke TPS.

"Memilih itu hak untuk menentukan pilihan, namun di samping itu ada faktor lain yang perlu dicari juga. Jadi partisipasi pemilih itu variabel, ada yang memilih karena kesadaran dan ada juga karena faktor ekonomi," paparnya.

Saat ini tahapan yang sedang berjalan sesuai dengan PKPU 16 Tahun 2019 dan direvisi PKPU 15 Tahun 2019 yang terdekat adalah pengumuman calon perseorangan pada tanggal 3-16 Desember 2019.

"Untuk jumlah dukungan calon perseorangan mereka membutuhkan sekitar 47.864 pemilih yang tersebar di 11 kecamatan se-Bandar Lampung dan penyerahan dokumen bagi calon yang ingin mendaftar itu nanti pada Februari 2020," jelasnya.

Sedangkan, untuk pembentukan panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) akan dibentuk di Januari 2020, kemudian mendekati hari pelaksanaan pilkada pada 23 Agustus 2020 kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) mulai dibuat. (*)

Laporan Reporter Saibumi.com, Siska Purnama Sari.

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong