Logo Saibumi

Terjebak dalam Irama, Harmonika Jadi Lentera Jiwa

Terjebak dalam Irama, Harmonika Jadi Lentera Jiwa

Salah satu harmonika koleksi Hendri Setiadi. Foto: Siska Purnama Sari/Saibumi.com

Saibumi.com (SMSI Lampung), Bandar Lampung -  "Aku terjebak dalam irama harmonika," kutipan tersebut menggambarkan sosok Hendri Setiadi, jurnalis senior di Lampung yang kini menjadi fans berat harmonika.

Pria kelahiran tahun 1974 itu memang dikenal sebagai seorang seniman, baik meciptakan karya tulis mau pun bermain musik. Namun, menurutnya, tidak ada sedikit pun dibenaknya untuk memainkan instrumen harmonika. Jangankan untuk memiliki, cara bermainnya saja tidak bisa.

Bahkan, sempat terbersit di angannya, bermain harmonika merupakan hal yang sulit. Siapa sangka, jika alat musik tradisional Tiongkok itu malah membuai hatinya, membuatnya terjebak dalam irama harmonika.

Siang hari itu, di ruang kerjanya, di Jalan Untung Suropati, Perumahan Gita Green Estate, Bandar Lampung, Hendri ditemui sedang asik membersihkan harmonika yang dikoleksinya selama dua bulan terakhir.

Di ruang yang nyentrik abis itu, dengan dinding yang penuh lukisan mural, terlihat lemari yang penuh dengan buku. Juga terdapat alat musik orgen, gitar, beberapa unit sound system, microphone, serta perangkat komputer.

Namun, ada yang menarik perhatian Saibumi.com, yakni sebuah lemari kaca kotak, terpampang 20 unit harmonika dari berbagai merk. Ya, inilah yang kini menjadi lentera jiwa seorang Hendri, pemilik salah satu surat kabar harian di Lampung itu.

"Mulanya tahu harmonika dari anak bungsuku, Pram, yang usianya baru tiga tahun. Melihat orang main harmonika di Youtube mengira itu peluit, akhirnya aku ajak ke sebuah toko lalu aku belikan dia harmonika," ujarnya.

"Setelah dia melihat langsung bentuknya, baru dia bisa membedakan antara peluit dan harmonika," tambah pria berkacamata itu.

Karena tidak mengerti solmisasi dalam harmonika, Hendri mejelajahi media sosial dan mencoba mempelajari tekniknya. Dengan meniup dan menyedotnya saja, sepuluh lobang harmonika ini bisa menghasilkan nada-nada yang indah.

"Nah, suatu kali aku iseng coba meniupnya, sembarangan aja. Agak kaget juga saat mendengar suara yang dihasilkan harmonika itu, kok berasa asyik. Dari awalnya iseng, akhirnya coba-coba mainkan lagu anak-anak yang bernada sederhana. Enggak dinyana aku malah demen," tutur Hendri saat itu mengenakan kemeja oranye.

Sambil sesekali menyentuh dan menujukkan harmonika diatonik itu, Pria tiga anak itu mengaku baru dua bulan mengidolakan sekaligus menekuni instrumen musik yang terbuat dari plat-plat getar logam yang disusun secara horizontal dengan model sederhana itu.

"Aku makin suka dengan harmonika diatonik karena alat musik ini ukurannya mungil. Ringkas banget kalau dikantongi dan bisa dibawa ke mana-mana. Cukup dengan modal backsound dari android aku sudah bisa main musik dengan harmonika," jelasnya.

Satu per satu, 20 harmonika dari beragam merek itu dipamerkannya, di antaranya ada Hohner, Folk Blues, Folk Master, Lee Oskar, Crosover, Sydel, Suzuki, dan lain sebagainya yang berasal dari Jerman dan Jepang.

"Mulailah beli satu di online shop cari sumber yang recomended. Karena terasa asik dan menarik, belum sampai seminggu kemudian aku beli lagi. Selama dua bulan ini akhirnya punya koleksi pas 20 harmonika," akunya.

Hendri memaparkan, ada tiga jenis harmonika, yakni diatonik, tremolo, dan kromatik. Harganya pun bervariasi, mulai dari Rp100 ribu sampai dengan kelas profesional yang mencapai Rp7 jutaan.

"Aku memainkan harmonika jenis diatonik yang berlubang sepuluh. Alasannya karena menurutku saat memainkannya lebih ekspresif, dibanding tremolo dan kromati yang cenderung lebih besar," ungkapnya.

Hendri, menyayangkan di Lampung belum ditemukan komunitas harmonika. Bahkan di Bandar Lampung hanya ada lima orang yang dikenalnya mengagumi harmonika.

"Belum ada komunitas harmonika, hanya perkumpulan harmonika. Karena memang sedikit, di Indonesia juga sedikit. Di Facebook saja baru ada 1.600-an pecinta harmonika," pungkasnya. (*)

Laporan Reporter Saibumi.com, Siska Purnama Sari.

BACA JUGA: Rasakan Sensasi Belanja dari Atas Perahu di Pasar Lok Baintan Banjarmasin

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong