Logo Saibumi

Bom Meledak di Polrestabes Medan, Empat Polisi Terluka

Bom Meledak di Polrestabes Medan, Empat Polisi Terluka

Terduga pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan | Foto: Dok. Polisi

Saibumi.com (SMSI Lampung) - Ledakan diduga bom bunuh diri terjadi di Polrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu, 13 November 2019, sekira pukul 8.35 WIB.

Akibat ledakan tersebut, enam orang mengalami luka terdiri dari empat Anggota Polri, satu pekerja harian lepas (PHL) dan satu warga sipil.

BACA JUGA: Prabowo Usul Perang Rakyat Semesta, CSIS: Masih Relevan di Abad 21?

Jati diri terduga pelaku bom bunuh diri akhirnya terungkap. Pelaku adalah Rabbial Muslim Nasution.

Informasi yang terhimpun, Rabbial merupakan lelaki kelahiran 11 Agustus 1995. Data yang diungkap aparat, pelaku berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa.

Rabbial tewas dalam ledakan bom bunuh diri yang dilakukannya. Polisi akan menyelidiki identitas pelaku melalui sidik jari.

Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, mengatakan, polisi yang tengah melakukan olah TKP terdiri dari Densus 88, Inafis dan Labfor. Mereka tengah melakukan olah TKP untuk memastikan identitas pelaku.

"Nanti dengan teknologi yang dimiliki Inafis apabila pelaku ini sidik jarinya berhasil diambil dengan baik," kata Dedi di Kantor Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, dilansir Suara.com -- jaringan Saibumi.com.

Apabila sidik jari berhasil terdeteksi, identitas pelaku bisa ditelusuri melalui data KTP elektronik. Dengan kecanggihan teknologi tersebut, Dedi meyakini kalau identitas dari pelaku akan segera terungkap.

Terkait jenis bom yang digunakan pelaku, Dedi belum menjelaskan lantaran masih diuji di pusat laboratorium forensik (puslabfor) Polri.

"Kemudian untuk Densus 88 setelah mengetahui identitas pelaku juga akan mengembangkan apakah pelaku merupakan jaringan JAD atau pelaku lone wolf," kata dia.

Akibat dari ledakan bom tersebut, enam orang mengalami luka akibat ledakan, terdiri dari empat anggota Polri, satu PHL atau pekerja harian lepas dan satu warga sipil.

Ledakan bom itu juga merusak empat kendaraan yakni tiga kendaraan milik dinas dan satu kendaraan milik pribadi.

Terekam CCTV

Sebelumnya, terduga pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan mengenakan atribut ojek online. Gerak-geriknya terekam di kamera CCTV.

Sebuah rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik terjadinya ledakan bom tersebar luas di media sosial.

Salah satunya diunggah akun Facebook Tony Pratondoadi pada Rabu siang.

Video berdurasi satu setengah menit itu memperlihatkan dengan jelas saat terduga pelaku berjalan di dekat lokasi kejadian.

Terduga pelaku terlihat memakai jaket ojek online dan menggendong tas. Dia muncul dari balik deretan truk polisi yang diparkir.

Lalu ledakan terjadi saat pria itu berjalan mendekati mobil sedan polisi.

Terdengar pula di video itu, orang-orang membahas gerak-gerik pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan.

Seseorang berkata, "Yang mana orangnya? Gojek kan?"

Orang lainnya menimpali, "Nyari target dia".

"Mungkin salah menekan dia ya?" ujar seseorang lagi lainnya.

Lalu ada pula yang berucap, "Dipikirnya kalau dekat mobil kan bisa meledak lebih".

Mereka juga mengomentari orang lain dengan baju berwarna putih yang terlihat di dekat lokasi ledakan.

"Ah kena itu yang tadi," ucap seseorang di dalam video tersebut.

Orang-orang yang terlihat di sisi lain parkiran lalu berlarian menyingkir setelah ledakan bom terjadi.

Urus SKCK

Sebelumnya, seorang saksi menceritakan ada pria memakai jaket ojek online yang diduga pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan itu, sempat ingin mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Namun, sang pelaku diminta keluar ruangan saat sedang mengantre.

Saksi yang berada di lokasi kejadian, Ahmad Abdul mengatakan ia ikut mengantre bersama pelaku diduga bom bunuh diri yang mengenakan atribut ojek online itu di ruang perekaman sidik jari.

Berdasar penuturan Ahmad, saat sedang mengantre, petugas kepolisian menanyakan kepada warga yang sudah pernah membuat SKCK.

Sang terduga pelaku bom bunuh diri itu mengacungkan jarinya.

"Pas ditanya polisi siapa yang sudah pernah buat SKCK dia angkat tangan. Jadi dia keluar disuruh ke tempat perpanjang SKCK," jelas Ahmad.

Lalu ledakan terjadi tidak berapa lama setelah pria yang memakai jaket ojek online itu keluar ruangan

Lilitkan Bom di Pinggang

Pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Medan, Sumatera Utara, membawa bom dengan cara dililitkan ke tubuh bagian pinggang.

Keterangan tersebut disampaikan Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen, Dedi Prasetyo, usai mendapatkan laporan dari pihak kepolisian yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"(Simpan) Bom di tubuh, dililit di tubuh," kata Dedi sambil memperagakan posisi bom di area pinggang.

Pihak kepolisian masih mendalami soal jenis bom yang digunakan pelaku. Namun, dari hasil olah TKP, barang bukti yang berhasil ditemukan terdiri dari batere 9 volt, pelat besi metal dan paku berbagai ukuran dengan jumlah yang cukup banyak.

Selain itu, polisi juga menemukan irisan-irisan kabel dengan ukuran besar serta tombol switch on off.

Bukan hanya barang bukti berupa benda, pihak kepolisian juga mengumpulkan barang bukti berupa potongan tubuh.

"Potongan tubuh ini juga nanti dalam rangka untuk memperkuat identifikasi terhadap pelaku," ujar Dedi. (*/ruslan)

BACA JUGA: Laporkan PNS Bermasalah ke Portal Aduan ASN Ini, Kerjasama 11 Kementerian

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong