Logo Saibumi

Serunya Berburu Pernak-Pernik Intan di Pasar Intan Martapura

Serunya Berburu Pernak-Pernik Intan di Pasar Intan Martapura

Beragam pernik intan yang dijual di Pasar Intan Martapura. Foto: Putri Purnamasari/Saibumi.com

Saibumi.com (SMSI Lampung), Kalimantan Selatan - Indonesia merupakan negara kepulauan yang budaya dan kearifan lokalnya sudah mendunia. Wajar jika Indonesia menjadi salah satu tujuan wisata dunia karena semua tersedia di negeri ini. Mulai dari batik di Pulau Jawa, destinasi bahari di bagian timurnya, juga berbagai batu permata di selatan Pulau Kalimantan.

Ketika mendengar kata Martapura, tentu yang terlintas dibenak kita yakni sebuah kota penghasil intan terbesar di Indonesia. Martapura merupakan Ibu Kota Kabupaten Banjar yang terletak di Provinsi Kalimantan Selatan. Sejak tahun 1950 hingga sekarang, pedagang intan tradisional tetap melakukan transaksi jual beli di kota yang dulunya bernama Kayutangi, Ibu Kota Kesultanan Banjar di masa pemerintahan Sultan Adam.

BACA JUGA: Koleksi Busana Karya Perancang Kenamaan Indonesia, Ria Miranda Hadir di Lampung

Tak heran jika Martapura dijuluki "kota intan" karena batu mulia tersebut telah menjadi ciri khasnya. Wisatawan pencinta batu perhiasan pun datang berkunjung dan berburu intan ke pusat penjualan aksesori intan yang sekaligus tempat penggosokan intan terkenal ini.

Di Martapura, terdapat pasar yang sangat terkenal di kalangan turis lokal mau pun mancanegara, yakni Pasar Intan Martapura. Letaknya tak jauh tempat tim Saibumi.com menginap di Banjarbaru, dapat ditempuh selama 15 menit menggunakan kendaraan bermotor.

Pasar Intan Martapura berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Menurut Ridwan (31) salah satu pemilik toko perhiasan, pada hari biasa, pasar ini bisa dikunjungi oleh sekitar 5 ribu orang. Tapi saat memasuki akhir pekan atau hari libur nasional, Pasar Intan Martapura bisa dipadati hingga sekitar 10 ribu pengunjung.

“Kalau hari biasa 5.000 an orang lah ding aey, kalau libur bisa sampai 10000," ujarnya dengan logat khas Banjar.

Pernak pernik perhiasan yang diperjual belikan di pasar ini sudah diolah dalam bentuk kalung, galang, cincin tas, dan lainnya. Harganya berkisar puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah, tergantung keunikan atau kelangkaan jenis batu intan dan bahan kayu yang digunakan.

Jika anda berkunjung ke Kalimantan Selatan, jelas tak lengkap rasanya jika tak mengunjungi Pasar Intan Martapura. Selain harga yang cukup murah, kualitas batu dan kayu yang diperjual belikan tak perlu diragukan lagi. (*)

Laporan Reporter Saibumi.com, Putri Purnamasari.

BACA JUGA: Pasta Parmigiano Reggiano Ala Akabay yang Bikin Lidah Meleleh

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong