Logo Saibumi

Satu-satunya Sumber Air Kering, Warga Durian Payung Berharap Bantuan Pemerintah

Satu-satunya Sumber Air Kering, Warga Durian Payung Berharap Bantuan Pemerintah

Sumur bantuan dari BNPB untuk warga Gunung Payung, Bandar Lampung kering akibat musim kemarau panjang. Foto: Siska Purnama Sari/Saibumi.com

Saibumi.com (SMSI Lampung), Bandar Lampung - Warga RT 02 dan 03 Lingkungan 3 Kelurahan Durian Payung, Kecamatan Tanjung Karang Pusat Bandar Lampung, berharap adanya dari pemerintah atas musibah kekeringan akibat kemarau yang tak kunjung usai.

Pasalnya, 30 kepala keluarga di wilayah tersebut terkena dampak kekeringan yang semakin meluas. Satu-satunya sumber mata air yang bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 2012 lalu juga ikut kering akibat kemarau panjang.

Salah satu warga Durian Payung, Makrozi, menjelaskan lingkungannya memiliki sumber mata air berupa sumur bor dan tempat penampungan air yang ukurannya besar dan cukup digunakan warga lingkungan setempat. Namun sayangnya, sumber air tersebut tak dapat digunakan untuk minum dan memasak.

"Sampai sekarang tidak bisa digunakan, dari mulai dibangun itu sudah tidak layak pakai, karena airnya berwarna kuning dan berbau sehingga takut digunakan untuk kebutuhan masak dan air minum," kata Makrozi kepada Saibumi.com, Selasa, 12 November 2019.

Kini sumur bor tersebut juga tidak dapat difungsikan karena airnya kering terkena dampak kemarau yang melanda lima bulan terkahir ini. Sehingga 30 kepala keluarga di wilayah itu mengambil air di Gunung Kluwek.

"Nah masalahnya saat ini, sedang musim kemarau, air tersebut kering, sehingga kita berharap dapat bantuan dari pemerintah," imbuhnya.

Bantuan dari pemerintah yang diharapkan warga yakni, pembangunan tempat penampungan air baru dan permanen, serta bantuan suplai air bersih.

"Mungkin karena dilihat kami sudah punya penampungan air alakadarnya ini, sampai saat ini pihak kelurahan belum pernah meninjau, karena mereka berpikir warga masih punya pasokan air dari Gunung Kluwek," terangnya.

Lebih lanjut, Makrozi mengutarakan,kondisi bak di gunung tersebut juga tidak layak karena dibangun dari dana sukarela warga. Untuk membayar listirk mesin air dan perbaikan pipa apabila terjadi kebocoran juga dari iuran warga.

"Selama ini kami hanya menggunakan bak saja untuk menampung air dari Gunung Kluwek, kemudian menggunakan Sanyo untuk dialiirkan ke warga menggunakan pipa-pipa. Ini dibuat secara bergotong-royong antarwarga," paparnya.

Diakuinya bahwa dirinya bersama warga lainnya ingin sekali mengajuan permohonan bantuan ke pemerintah, namun tidak mengerti cara menyampaikannya.

"Kita mau mengajukan ke pemerintah juga enggak ngerti bagaimana caranya,  disini juga enggak ada bantuan dari mana-mana tapi swadaya saja," pungkasnya. (*)

Laporan Reporter Saibumi.com, Siska Purnama Sari.

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong