Logo Saibumi

Studi: Benar, Lari Bisa Turunkan Risiko Kematian, Tapi...

Studi: Benar, Lari Bisa Turunkan Risiko Kematian, Tapi...

Foto: Ilustrasi/Istimewa

Saibumi.com (SMSI Lampung) - Pelari dikatakan lebih panjang umur dibanding mereka yang tidak pernah olahraga lari.

Hal tersebut merupakan kesimpulan dari hasil analisis mendalam yang dilakukan Institute for Health and Sport di Victoria University Australia.

Untuk sampai pada klaim tersebut, tim peneliti harus melakukan analisis terhadap 14 hasil penelitian dan melacak kematian sekitar 232.000 orang di seluruh dunia termasuk AS, Denmark, Inggris, dan China selama lima tahun.

Tim juga membandingkan temuan yang mereka dapat dengan laporan orang-orang yang mengaku gemar melakukan olahraga lari.

Hasilnya, orang-orang yang mengatakan bahwa mereka gemar olahraga lari, memiliki risiko kematian lebih kecil selama penelitian berlangsung.

Para pelari 27 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mati karena alasan apa pun, dibandingkan dengan yang tidak lari, dan memiliki risiko 30% dan 23% lebih rendah untuk meninggal akibat penyakit kardiovaskular dan kanker, dilansir dari Time dan Suara.com -- jaringan Saibumi.com, Jumat, 8 Novembewr 2019.

Angka tersebut bahkan berlaku bagi mereka yang tidak terlalu sering lari tapi konsisten melakukannya.

"Terlepas dari seberapa banyak Anda berlari, Anda bisa mendapat manfaat yang sama," kata Associate Professor di Institute for Health and Sport di Victoria University di Australia, Zeljko Pedisic.

Analisis ini adalah bukti baru untuk menggambarkan manfaat bergerak bagi tubuh manusia.

Hasil analisis mendalam yang dimuat British Journal of Sports Medicine tersebut juga dikomentari positif oleh profesor biologi evolusi manusia di Universitas Harvard, Daniel Lieberman, yang tidak terlibat dalam penelitian.

"Inilah yang tubuh lakukan untuk berkembang. Manusia mungkin tidak lagi berlari mengejar mangsa untuk makanan mereka, tetapi berlari masih membantu kita bertahan hidup. Itu membuat kita tetap sehat. Salah satu cara terbaik untuk menghindari mengunjungi dokter," kata Lieberman.

Ia melanjutkan, bergerak seperti berlari dapat memengaruhi hampir semua sistem pada tubuh dengan cara yang bermanfaat. Misalnya sistem kardiovaskular apalagi tekanan darah tinggi adalah penyebab utama masalah kesehatan dan kematian.

"Berlari sangat baik dalam menjaga tubuh dari kanker karena menghabiskan gula dalam darah, membuat (sel kanker) kelaparan. Berlari itu melindungi Anda mengurangi masalah peradangan, misalnya, yang merupakan akar dari banyak penyakit, dan merangsang produksi protein yang meningkatkan kesehatan otak," kata Lieberman.

Namun menurut analisis yang sama, berlari lama atau sekitar lebih dari 50 menit per minggu tidak memberikan perlindungan tambahan terhadap kematian.

Asalkan tetap berlari, alasan lebih banyak lebih baik tidak berlaku di sini.

"Beberapa orang berlari untuk mencegah Alzheimer, dan orang lain untuk mencegah penyakit jantung, sementara yang lainnya karena berlari membuat mereka merasa lebih baik serta menghindari depresi," tambah Lieberman.

Hingga kini, tidak ada penelitian, termasuk penelitian terbaru ini yang dapat menentukan durasi pas dan optimal dari berlari yang memberikan efek kesehatan. (*/ruslan)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong