Logo Saibumi

Pungutan Parkir Ganda di Pasar Tengah Dipastikan Liar, Herman HN: Enggak Usah Dibayar!

Pungutan Parkir Ganda di Pasar Tengah Dipastikan Liar,  Herman HN: Enggak Usah Dibayar!

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung Ahmad Husna. Foto: Siska Purnama Sari/Saibumi.com

Saibumi.com (SMSI Lampung), Bandar Lampung - Masyarakat Bandar Lampung mengeluhkan pungutan liar (pungli) atau pembayaran ganda yang diambil juru parkir di Pasar Tengah Bandar Lampung.

Pasalnya, warga yang masuk ke Jalan letjen Suprapto, Jalan Pemuda dan Jalan Bengkulu, Pasar Tengah Bandar Lampung telah dikenakan tarif parkir sesuai peraturan daerah kepada petugas Dinas Perhubungan (Dishub) di loket pengambilan tiket.

Namun di dalam lokasi tersebut, pengunjung yang memarkirkan kendaraannya akan dimintai uang parkir tambahan oleh juru parkir saat mengambil kendaraannya. 

Walikota Bandar Lampung Herman HN mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung tidak membelakukan aturan parkir bayar ganda atau mebayar parkir ke juru parkir, sebab konsumen sudah membayar parkir secara resmi.

"Ya enggak boleh dong, enggak usah dibayar parkirnya, bayar aja di loket . Tapi tetap harus tangung jawab tukang parkirnya menata kendaraan," kata Herman HN, Selasa, 5 November 2019.

Menurut Herman HN, Pemerintah tidak memberikan aturan bayar parkir selain di loket resmi pembayaran parkir yang dikelola langsung Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung.

"Enggak ada bayar ganda gitu, masuk bayar keluar enggak. Kalo masuk sekali trus muter-muter di pasar ya bayar sekali, kalau keluar masuk lewat loket 10 kali ya bayar 10 kali," ujarnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membayarkan jika diminta pembayaran oleh oknum parkir liar.

"Enggak usah dikasih, kalau juru parkirnya narik pentungin kepalanya. Kalau sampai maksa bisa dipenjara, itu namanya pungli," imbuh Herman HN.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung Ahmad Husna menjelaskan, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor parkir naik Rp1 miliar, dari Rp6,6 miliar, kini naik 50% menjadi Rp7,6 milar di APBD perubahan.

"Hal tersebut tidak lepas dari pendapatan dari penarikan parkir di pasar tengah yang masuk ke dalam retribusi, sumber terbesarnya dari parkir," kata Husna.

Husna mengatakan, adanya penarikan uang parkir kepada konsumen di luar loket parkir, hal itu bukan dilakukan oleh petugas sebab tidak ada aturan dari pemerintah daerah.

"Yang di dalamnya bukan petugas kita, kalau kita minta pembayaran di loket dan diberikan struk parkir sesuai dengan jam masuk," kata Husna.

Lebih lanjut dijelaskannya, jam pertama parkir motor akan dikenakan tarif Rp1.500. Akan tetapi jika masuk di jam berikutnya, akan dikenakan tarif parkir tambahan dan dibayarkan di loket keluar.

"Jadi tidak dikenakan tarif progresif, tarif parkir dibayarkan ketika masuk loket dan tarif penambahan jam parkir dibayar di loket keluar. Di luar loket itu mereka liar, tidak ada bagi hasil ke Dishub. Sementara kita yang ada di loket itu berapa pendapatannya di setorkan ke retribusi daerah," jelas Husna.

Husna mengatakan bahwa tarif parkir sudah tertera di loket pembayaran parkir kendaraan motor Rp1.500 dan mobil Rp2.000. Sehingga para konsumen diminta untuk membayar sesuai ketentuan pemerintah.

"Jika seharusnya bayar Rp1.500 tapi diminta Rpp2.000 jangan mau. Nanti saya tegor jika ada oknum petugas Dishub yang melakukan kecurangan tersebut, bahkan kami akan terus melakukan pengawasan," paparnya.

Ia meminta kepada masyarakat juga untuk mengecek karcis parkirnya ketika sudah diberikan oleh petugas Dishub penjaga loket parkir di sejumlah pasar.

"Jadi saya inginkan masyarakat juga melihat di karcis tersebut yang ditulis oleh petugas, kalau salah langsung saja dikompalin," pungkasnya. (*)

Laporan Reporter Saibumi.com, Siska Purnama Sari.

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong