Logo Saibumi

Kemarau Panjang, Sebagian Besar Wilayah Pringsewu Alami Kekeringan

Kemarau Panjang, Sebagian Besar Wilayah Pringsewu Alami Kekeringan

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pringsewu M. Khotim. Foto: Windi Safitri/Saibumi.com

Saibumi.com (SMSI Lampung), Pringsewu - Kemarau panjang membuat areal persawahan, lahan pertanian dan perkebunan, serta kawasan hutan di sebagian besar wilayah Kabupaten Pringsewu mengalami kekeringan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pringsewu M. Khotim menjelaskan kemarau juga menyebabkan keringnya sejumlah sumber air bersih dan kebakaran lahan. 

BACA JUGA: Kejar Target Penerimaan Pajak, Bapenda Pringsewu Beri Penghargaan 73 Pekon yang Lunas PBB 100%

"Dampak yang paling riskan ada beberapa daerah yang sumurnya kering sehingga minim air bersih. Kemudian juga terjadi beberapa kebakaran lahan," kata Khotim kepada Saibumi.com di kantornya, Selasa, 5 November 2019.

Khotim mengatakan titik kekeringan terjadi merata di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Pringsewu, di antaranya Kecamatan Sukoharjo, Gadingrejo, Pardasuka dan Pringsewu. 

"Secara umum, kekeringan terjadi di daerah-daerah yang jauh dari daerah resapan air dan juga minim pepohonan sehingga menyebabkan kekurangan air bersih. Seperti di beberapa pekon, tetapi karena tetangga kanan kiri juga peduli dengan itu, sehingganya masih bisa memanfaatkan atau minta bantu tetangga yang punya sumur bor sehingga itu semua masih bisa diatasi," bebernya.

BPBD Pringsewu beberapa waktu lalu bahkan sempat mensuplai kebutuhan air bersih di Pekon Panjerejo, Kecamatan Gadingrejo.

"Sementara ini belum ada laporan dari pekon yang kekurangan air bersih, tapi jika ada masyarakat yang meminta bantuan air bersih akan kami bantu. Seperti kemarin di Pekon Panjerejo itu ada yang minta air karena memang kami kegunaannya adalah pemadam kebakaran, tapi tidak menutup kemungkinan jika diisi oleh air bersih dari PDAM", lanjut dia.

Ditambahkan oleh Khotim, meskipun armada BPBD yang memang dikhususkan untuk pemadam kebakaran, tapi jika ada masyarakat yang membutuhkan air akan di koordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup pemilik mobil tangki.

"Leading sektor untuk kekeringan memang BPBD, tetapi untuk fasilitas dan sarana prasarana sebetulnya untuk pemadam kebakaran. Jadi untuk bantu masyarakat dalam pendistribusian air bersih yang tepat harusnya pakai mobil tangki air milik Lingkungan Hidp. Tetapi, kalau terjadi apapun juga dan masyarakat butuh itu akan kami bantu," tambahnya.

Kemudian untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan, BPBD Pringsewu menyiapkan tiga mobil damkar yang berada di tiga pos, yakni pos damkar Sukoharjo, Gadingrejo dan Kantor Pemkab Pringsewu.

Selama enam bulan terakhir, tercatat kebakaran lahan milik warga di beberapa kecamatan, penyebabnya adalah kelalaian manusia, seperti membuang puntung rokok sembarangan, juga membakar sampah yang tidak ditunggui.

"Kami menghimbau kepada masyarakat, dalam mengatasi musim kemarau supaya hati-hati dengan yang namanya api.
Jangan membuang puntung rokok sembarangan, jangan membakar sampah yang tidak ditunggui. Kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, BPBD siap siaga 24 jam di tiga pos damkar, atau bisa hubungi call center kami di (0729)21108," pungkasnya. (*)

Laporan Reporter Saibumi.com, Windi Safitri.

BACA JUGA: Masuk Perkampungan dan Serang Warga, Seekor Babi Hutan Ditembak Anggota Polsek Pardasuka

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong