Logo Saibumi

Pekerja Normalisasi Way Semangka Lampung Barat Bantah Jual Material

 Pekerja Normalisasi Way Semangka Lampung Barat Bantah Jual Material

Pekerja menunjukkan sisa material yang dituding dijual. Foto/Faria Saibumi.com

 

Saibumi.com (SMSI Lampung) Lampung Barat – Pengawas pekerja lapangan, normalisasi sungai Way Semangka di Pekon Suoh, Bandar Negeri Suoh (BNS) Lampung Barat, membantah pengambilan pasir, material normalisasi sungai dibawa keluar.

Carut ML pengawas lapangan, mengatakan, jika material dari pengerukan pasir untuk normalisasi sungai tersebut memang ada beberapa mobil dibawa keluar, namun dibawanya meterial itun guna penimbunan jalan yang rusak.

“Memang ada 12 Dum truk yang kami angkut, tetapi itu untuk menimbun kerusakan beberapa titik jalan. Selain penimbunan jalan juga ada beberapa permintaan warga untuk menimbun halaman musola, jadi tidak ada yang kami keluarkan karena ada kegiatan lain, apa lagi untuk kami jual,” kata Carut.

Menurur Carut, musola yang ditimbun pihaknya yakni Mussolla Al-Ittihad dan Masjid Almuttaqin dan ada beberapa musola lainnya, dan itu bisa dipertanggungjawabkan.

“Selama ini, saya yang dipercaya oleh Bos (pemborong), untuk mengawasinya, jadi saya tegaskan sekali lagi tidak ada meterial sirtu dan pasir yang kami jual untuk keuntungan pemborong. Jadi harapan kami atas semua ini kami saling menghargai satu sama lainnya, Jadi kami berharap kepada masyarakat agar tidak terpropokasi dengan adanya pengambilan sirtu karena semua yang kami lakukan ini, untuk kepentingan umum,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, normalisasi Way (Sungai) Semangka di Pekon Suoh Kecamatan Bandar Negeri Suoh(BNS), Lampung Barat, diprotes sejumlah elemen masyarakat.

Pasalnya pengerukan pasir dari sungai tersebut diduga malah dimanfaatkan oknum pemborong untuk mencari keuntungan.

Informasi yang beredar, pasir yang dari dalam sungai, diangkut keluar lokasi, hal itu sudah tentu membuat masyarakat gerah dengan kelakuan nakal para pekerja. Yang mana seharusnya hasil galian untuk normalisasi itu ditimbunkan di sekitar lokasi untuk menahan air saat volume air membesar.

Anggota DPRD Lambar, Dapil Suoh dan BNS Sugeng mengatakan, jika pengerjaan normalisasi itu sudah lama dilakukan dan terbilang sangat lambat, selain itu juga kali Way Semangka diduga malah dimanfaatkan untuk galian ilegal.

“Selain lambat pengerjaan normalisasi, jika ada pemanpaatan disana, masa material pasir dari dalam sungai malah diangkut oleh kendaraan Dum truck, itu setiap hari bahkan setiap hari puluhan kali truck tersebut berlalulalang, ini jelas melanggar, masa memperbaiki malah dibuat ajang bisnis,” kata Sugeng.(*)

 

Laporan Kontributor Saibumi.com: Faria Ali

#

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong