Logo Saibumi

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Masyarakat-Wisatawan Dilarang Mendekat

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Masyarakat-Wisatawan Dilarang Mendekat

Gunung Anak Krakatau | Foto: detikcom

Saibumi.com (SMSI Lampung) - Gunung Anak Krakatau (GAK) di Lampung mengalami erupsi, Sabtu, 26 Oktober 2019, pagi ini.

Tinggi kolom abu teramati kurang-lebih 200 meter di atas puncak.

BACA JUGA: Kabinet Jokowi Mengatasnamakan Persatuan, Rocky Gerung: Rekonsiliasi Palsu

"Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah utara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi kurang-lebih 12 menit 18 detik," kata Kepala PVMBG Badan Geologi, Kasbani, dilansir detikcom.

Namun tidak terdengar dentuman saat erupsi terjadi. Tinggi asap hitam kelabu kurang-lebih 200 meter dari dasar kawah.

"Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada tingkat aktivitas level II (Waspada)," ujar Kasbani.

Masyarakat dan wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah.

16 Kali Gempa

Sebelumnya, Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat erupsi terjadi pada Sabtu, 12 Oktober 2019, pukul 10.10 WIB.

Tinggi kolom abu tidak teramati. Namun visual CCTV yang dipasang di sekitar gunung memperlihatkan abu vulkanik akibat letusan teramati berwarna kelabu-hitam tebal dengan ketinggian 200 meter dari dasar kawah.

"Telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau, Lampung, pada tanggal 12 Oktober 2019 pukul 10.10 WIB, namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 42 mm dan durasi ± 2 menit 47 detik," tulis laporan Badan Geologi.

Laporan lain pada situs resminya menyebutkan erupsi tersebut disertai gempa vulkanik hingga dangkal. Total ada 16 kali gempa yang terjadi bersama dengan erupsi.

Tercatat tiga kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 38-42 mm, dan lama gempa 36-167 detik; 9 kali gempa embusan dengan amplitudo 5-20 mm, dan lama gempa 15-72 detik; 1 kali gempa low frequency dengan amplitudo 12 mm, dan lama gempa 15 detik; dan 1 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 6 mm, dan lama gempa 7 detik.

"Satu kali gempa harmonik dengan amplitudo 5 mm, dan lama gempa 131 detik. Satu kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 1-37 mm, dominan 1 mm," tulis laporan tersebut dalam situs magma.vsi.esdm.go.id.

Saat itu, Gunung Anak Krakatau berada pada status level II (waspada). Masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah.

Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada Selasa (24/9) pukul 08.43 WIB. Gunung berapi yang berada di Selat Sunda itu dalam juga tercatat mengalami erupsi dua kali dengan intensitas berbeda. (*/ruslan)

BACA JUGA: Perindo dan PSI Dapat Jatah dari Jokowi, Hanura 'Ngambek'

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong