Logo Saibumi

Kasus Pemotongan Dana Operasional KPPS Tanggamus Masuk Tahap Penyidikan

Kasus Pemotongan Dana Operasional KPPS Tanggamus Masuk Tahap Penyidikan

Kantor Kejari Tanggamus. Foto: Rusdi/Saibumi.com

Saibumi.com (SMSI Lampung), Tanggamus - Perkara hukum dugaan pemotongan dana operasional KPPS Pilpres-Pileg 2019 measuki babak baru. Tim Opsin Bidang Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanggamus menyerahkan prosesnya ke Bidang Pidana Khusus Kejari Tanggamus untuk proses lebih lanjut.

Oknum KPU Tanggamus, sebagai pihak yang berwenang dan bertugas membayar dan menerima uang, dinilai telah terindikasi dengan sengaja melakukan pemotongan dana oprasional yang menjadi hak KPPS.

BACA JUGA: Pasca Dua Warga Diterkam, Masyarakat Dua Pekon di Tanggamus Ramai-Ramai Berburu Buaya

Oleh sebab itu, untuk pendalaman lebih lanjut, Bidang Pidsus kejari Tanggmus merubah status dari penyelidikan ketahap penyidikan guna menentukan secara pasti siapa yang bertanggung jawab atas pemotongan dana KPPS tersebut, serta perhitungan besaran kerugian keuangan negara atas perbuatan pelaku nantinya.

Hal itu diungkapkan oleh Kasi Pidsus Kejari, Tanggamus Faisal Rachman, mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Tanggamus, David P Duarsa di ruang kerjanya, Selasa,22 Oktober 2019.

Faisal menjelaskan bahwa proses penyidikan tersebut membutuhkan banyak waktu, hal itu disebabkan jumlah saksi-saksi dan PPK Kecamatan yang harus dihadirkan meliputi 20 PPK, 302 PPS dan 1.975 KPPS.

"Proses hukum telah ditingkatkan ke Pidsus dan sedang mencari aktor yang bertanggung jawab yang akan ditetapkan sebagai tersangka," terangnya.

Oleh sebab itu, kata Faisal, untuk memenuhi unsur penyimpangan secara spesifik atau menentukan siapa yang paling bertanggung jawab atas pemotongan tersebut, pihaknya akan menggandeng BPKP guna menghitung secara detail kerugian negara.

"Diharap kepada masyarakat Tanggamus, dalam hal perkara yang ditangani pihak kejaksaan saat ini, masih dalam prosesnya, harap dapat bersabar, percayakan kepada kami dalam penegakkan hukum di wilayah Tanggamus,"ujarnya.

Perkara dugaan pemotongan dana KPPS, menjadi sorotan beberapa pihak. Informasi yang beredar, terdapat salah satu lembaga yang memanfaatkan momen ini dan mendesak pihak kejaksaan memproses perkara tersebut.

Belum diketahui nama lembaga yang diduga memanfaatkan kasus ini, namun pihak Aliansi Jurnalistik Online Indonesia (AJOI) DPC Tanggamus yang secara langsung berkaitan atas perkara tersebut menyampaikan bahwa, sepengetahuan tim AJOI atas perkara yang disampaikan ke kejaksaan, telah sampai ke tahap penyidikan dan saat ini masih proses.

"Berkenaan ada informasi pihak-pihak yang memanfaatkan hal ini, terang hal itu hanya untuk kepentingan dan mencari popularitas," kata Ketua AJOI DPC Tanggamus, Budi Widayat M.

Perlu diketahui juga, bahwa tim AJOI Tanggamus saat mengumpulkan informasi dan data fakta di lapangan, murni berniat untuk membantu kepentingan masyarakat atau pihak-pihak yang dirugikan.

"Kami berjuangan agar pihak-pihak yang berbuat curang, mendapatkan hukuman seadil-adilnya. Terlebih berharap pihak Kejaksaan Tanggamus dapat benar-benar menegakkan hukum di Tanggamus dan dalam perkara ini diharap juga jangan terlalu berlama-lama, karena menyangkut nama institusi, kepercayaan publik kepada pihak kejaksaan, sesuai salah satu fungsinya memberantas KKN," ungkapnya. (*)

Laporan Reporter Tanggmus, Rusdi.

BACA JUGA: Polsek Wonosobo Tanggamus Identifikasi Kebakaran Dua Rumah Warga Pekon Balak, Kerugian Capai Rp600 Juta

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong