Logo Saibumi

Protes Ketua Lingkungan Dicopot, Delapan Ketua RT di Way Dadi Mengundurkan Diri

Protes Ketua Lingkungan Dicopot, Delapan Ketua RT di Way Dadi Mengundurkan Diri

Lurah Way Dadi, Helpi Nurdin. Foto: Siska Purnama Sari/Saibumi.com

Saibumi.com (SMSI Lampung), Bandar Lampung - Delapan ketua rukun tetangga (RT) di Kelurahan Way Dadi, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung mengundurkan diri. Mereka secara serentak menyerahkan stempel ke kantor kelurahan, Senin, 21 Oktober 2019.

Pengunduran diri seluruh ketua RT setempat itu terkait adanya pemberhentian Kepala Lingkungan (Kaling) I  Way Dadi, Triyono Arifin.

Lurah Way Dadi, Helpi Nurdin mengatakan, surat tertanggal 21 Oktober 2019 yang ditujukan kepada Lurah Way Dadi, terdapat delapan Ketua RT di wilayah setempat mengundurkan diri lantaran tidak setuju dan menolak atas kebijakan pemberhentian kaling tersebut.

Menurutnya, Pemberhentian Kaling itu telah sesuai dengan aturan Perwali No. 82 Tahun 2012 tentang pengangkatan dan pemberhentian kaling.

"Terkait pemberhentian kaling itu sesuai dengan aturan perwali yang memang habis masa jabatan per tiga tahun," kata Helpi, Senin, 21 Oktober 2019.

Dikatakannya, bahwa dalam perwali tersebut jabatan seorang kaling hanya bertahan selama tiga tahun, dan kebijakan perpanjang atau pun diberhentikan semua tergantung oleh camat setempat.

"Untuk ke depannya kalau ada yang diusulkan kembali untuk kepala lingkungan tentunya ada yang lebih memiliki wewenang untuk mengangkat dan memberhentikan," ujarnya

Sehingga, lanjutnya, isu pemberhentian tanpa sebab kepada kaling I adalah tidak benar. Sebab masa jabatan kaling tersebut telah habis dalam kurung waktu tiga tahun.

"Ya saya sebelumnya sudah bersosialisasi ke RT dan bahwa akan ada pergantian kaling dan usulan saya di setujui camat. Bahkan ada dua kaling yang dicopot jabatannya yakni kaling I dan II," sebutnya.

Saat diwawancari, Koordinator RT setempat, yang merupakan Ketua RT 08 Way Dadi, Subhan A Latief menyebut pengunduran dirinya sebagai ketua RT merupakan bentuk solidaritas. Mereka memprotes adanya pemberhentian tersebut.

"Sebenarnya saya disuruh lurah menjadi kaling baru gantikan yang lama, tapi saya menolak karena cara lurah dan camat memberhentikan kaling lama dengan dasar Perwali tidak sesuai dengan prosedur. Kalau ingin memberhentikan kenapa tidak dari dulu," jelasnya.

Sementara Kepala lingkungan I Waydadi, Triono Arifin mengungkapkan menyesalkan pencopotannya menjadi kaling. Sebab dirinya menjabat sudah tujuh tahun, dan baru di tahun ini ada pencopotan jabatan.

"Saya menjadi kaling kurang lebih sudah tujuh tahun, itu pun atas permintaan warga setempat, tentunya saya kaget terkait kejadian ini," katanya.

Menurutnya persoalan pemberhentian atau pengangkatan adalah hal biasa akan tetapi bila merujuk pada Perwali kenapa hanya di Kelurahan Way Dadi saja yang kalingnya di ganti.

"Hal ini yang patut dipertanyakan ada apa, kok cuma di Way Dadi yang kalingnya di copot," pungkasnya. (*)

Laporan Reporter Saibumi.com, Siska Purnama Sari.

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong