Logo Saibumi

Layanan BPJS Kesehatan Lebih Banyak Dimanfaatkan Orang Mampu Dibanding yang Miskin

Layanan BPJS Kesehatan Lebih Banyak Dimanfaatkan Orang Mampu Dibanding yang Miskin

Foto: Ilustrasi/Istimewa

Saibumi.com (SMSI Lampung) - Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) menilai saat ini manfaat BPJS Kesehatan lebih banyak dinikmati orang mampu yang termasuk peserta mandiri, dibanding orang miskin yang termasuk PBI (Penerima Bantuan Iuran).

Padahal iuran dari PBI tersebut merupakan yang paling besar.

Staf Jaminan Sosial KRPI, Timboel Siregar, mengungkapkan, terbatasnya biaya dan akses pengetahuan orang miskin terhadap BPJS, membuat mereka tidak dapat merasakan manfaatnya.

Bahkan banyak di antaranya tidak tahu kalau dirinya sudah terdaftar sebagai peserta.

Dia mencontohkan, saat orang miskin dirujuk ke sebuah Rumah Sakit (RS) di kota, banyak yang terpaksa tidak berangkat sebab terkendala biaya.

"Fasilitas kesehatan ini tidak semua tersedia, orang dirujuk ke kota dia harus berangkat sendiri, bagaimana orang yang menemani? Harus dikasih makan juga, kalau dia (berangkat) sendiri tidak mungkin. Daripada menyusahkan, sudah kita di rumah saja. Jadi utilitasnya rendah," kata Timboel, saat ditemui usai diskusi di Kawasan Cikini, Jakarta, Minggu, 13 Oktober 2019.

Sedangkan orang yang mampu saat dirujuk ke RS di kota, bahkan yang letaknya jauh pun dapat langsung berangkat.

Selain itu, orang mampu mudah memperoleh akses pengetahuan mengenai BPJS, sebab terbantu dengan adanya teknologi.

"Kalau dari utilitas jelas peserta mandiri yang orang-orang kaya ini tahu pengetahuan buka Google, bertanya. Tapi orang miskin belum tentu buka Google, belum tentu juga punya duit untuk ke faskes lanjutan," jelas Timboel, dilansir Merdeka.com.

Oleh karena itu, harus ada afirmasi bagi para peserta BPJS Kesehatan yang miskin tersebut. Terutama dengan adanya kenaikan besaran iuran.

"Kenaikan iuran harus sebanding dengan peningkatan layanan, terutama untuk warga miskin. Mulai dari pertama kali mendaftar berobat hingga proses rujukan," kata Timboel.

Seperti diketahui, iuran BPJS Kesehatan untuk kelas I dan II naik, masing-masing kelas akan naik dari Rp80.000 menjadi Rp160.000 dan Rp51.000 menjadi Rp110.000

"Harus diikuti afirmasi action untuk rakyat miskin. Kalau dia dirujuk, harus dipastikan transportasinya sampai dan orang yang menemaninya dikasih makan. Harus ada afirmasi untuk merespons kenaikan iuran yang sangat besar ini. Kalau begini begini saja, kasihan juga orang miskin hanya sebagai objek untuk menambah iuran," urai Timboel. (*/ruslan)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong