Logo Saibumi

Mantan Penasihat KPK Sebut Jika Kalah Pilpres 2019, Jokowi Ditangkap

Mantan Penasihat KPK Sebut Jika Kalah Pilpres 2019, Jokowi Ditangkap

Abdullah Hehamahua | Foto: Suara.com

Saibumi.com (SMSI Lampung) - Eks Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua mengungkapkan pernyataan mengejutkan soal Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal tersebut disampaikannya ketika berbicara dalam diskusi Islamic Lawyers Forum bertema 'Revisi UU KPK Perlemah Pemberantasan Korupsi?'

Diberitakan Suara.com -- jaringan Saibumi.com, Selasa, 1 Oktober 2019, diskusi itu diselenggarakan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pelita Umat, di Jakarta, Minggu, 22 September 2019.

Salah satu pernyataan Abdullah Hehamahua dalam acara tersebut berkaitan dengan nasib Jokowi jika kalah Pilpres 2019.

Dia mengaku kasihan pada Jokowi jika itu terjadi, karena menurutnya Jokowi akan ditangkap.

Penyebabnya berhubungan dengan pembangunan insfrastruktur di berbagai daerah di Indonesia.

"Menjelang Pilpres 2019, saya katakan, secara pribadi saya kasihan sama Jokowi karena kalau dia tidak terpilih 2019, dia akan ditahan, akan ditangkap," kata Abdullah.

"Itu karena semua proyek pembangunan infrastruktur dari Aceh sampai Papua melanggar peraturan perundang-undangan, karena dia menggunakan Keppres, tidak melakukan Undang-Undang," tambah pria yang namanya dikenal saat menjadi korlap aksi massa sidang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) ini, Juni 2019 lalu.

Abdullah juga mengungkapkan, menurut audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), selama tiga tahun berjalan terdapat ratusan bukti pelanggaran dalam proyek infrastruktur.

"Kalau audit BPK dari 2015 sampai 2018 ada 400 lebih pembuktian pelanggaran, yang itu ada, saya lupa, 300 something triliun terhadap proses itu," ungkapnya.

"Oleh karena itu maka, dia akan terpilih 2024, supaya dia tidak ditangkap 2019, tapi kan 2024, itu Undang-Undang Dasar menetapkan hanya sampai dua periode. Maka kemudian setelah 2024 dia tidak calon lagi, ditangkap, sehingga saya bilang, daripada lima tahun rugi negara, ya sudah dihentikan 2019 saja," tambah Abdullah.

"Itu karena ada wacana ada ditambah lagi dua tahun, sehingga nanti 2026 dia masih presiden," lanjutnya.

Belum ada tanggapan dari pihak terkait terhadap pernyataan Abdullah Hehamahua ini. (*/ruslan)

 

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong