Logo Saibumi

Oknum Mahasiswa Bobol Bank BUMN Rp 16 Miliar Pakai Aplikasi Kudo

Oknum Mahasiswa Bobol Bank BUMN Rp 16 Miliar Pakai Aplikasi Kudo

Foto: Istimewa

Saibumi.com, Lampung - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap dua oknum mahasiswa berinisial YA (24) dan RF (23).

Keduanya diduga membobol salah satu bank BUMN di Palembang, Sumatera Selatan.

Mereka melakukan aksi dengan modus transaksi fiktif melalui e-commerce. Modus yang dilakukan para tersangka dengan melakukan top up pulsa, transfer, atau pembelian di aplikasi e-commerce Kudo, menggunakan virtual account sebuah bank.

Terkait hal tersebut, pihak Kudo pun memberikan klarifikasinya, setelah melakukan pengecekan langsung ke Direktorat Siber Bareskrim Polri.

"Kudo telah melakukan pengecekan kembali kepada Direktorat Siber Bareskrim Polri dan menyimpulkan bahwa tidak ada pernyataan dari Direktorat Siber Bareskrim Polri yang menyebutkan kesalahan ataupun masalah keamanan pada aplikasi Kudo," kata Communications Specialist Kudo, Purinta Nira Diani, melalui pernyataan resminya kepada Suara.com -- jaringan Saibumi.com, Rabu, 11 September 2019.

Dia menuturkan, Kudo akan terus bekerja sama dengan pihak kepolisian dan pihak lainnya terkait kasus ini.

"Kudo terus melakukan usaha tanpa henti dan upaya terbaik guna memastikan aplikasi Kudo tetap menjadi aplikasi yang aman dan terpercaya untuk terus mendukung usaha memajukan warung dan usaha kecil di Indonesia," tutur Purinta.

Sebelumnya, Kanit I Subdit I Siber Mabes Polri, Kompol Ronald Sipayung, menyatakan jika saldo yang ada dalam akun Kudo tersangka tidak berkurang atau tidak terpotong.

"Sementara dalam virtual account bank tercatat bahwa top up dan transfer tersebut sukses atau berhasil," kata dia, Selasa, 10 September 2019.

Berdasarkan hasil audit internal, bank BUMN yang tidak disebutkan pihak kepolisian tersebut mengalami kerugian sekitar Rp 1,3 miliar.

"Dari kedua tersangka ini yang sudah mereka dapat adalah sekitar Rp 1,3 miliar dari bank BUMN," jelasnya.

Kedua pelaku melakukan perbuatan tersebut didasarkan atas pembelajaran secara otodidak dan sudah beberapa kali berhasil melakukan tindak pindana tersebut.

"Keterangan dari kedua tersangka ini mereka belajar atau tahu melakukan perbuatan ini adalah berdasarkan pembelajaran otodidak, jadi mereka mencoba, mencoba, mencoba, ternyata berhasil dan inilah perbuatan yang sudah beberapa kali terjadi dan sudah berulang," ungkap Ronald.

Untuk diketahui, dari para tersangka polisi mengamankan 4 buah handphone, seperangkat perhiasan emas, 2 buah jam tangan mewah, 2 buah laptop, 1 unit mobil Toyota Calya sebagai barang bukti hasil tindak pidana pelaku.

Atas perbuatan tersebut, kedua tersangka dijerat Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 378 serta Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 362 KUHP, dengan pidana penjara paling lama 6 tahun serta denda paling banyak Rp 1 miliar. (*/ruslan)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong