Logo Saibumi

DPR Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Tapi...

DPR Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Tapi...

Dirut BPJS Kesehatan, Fahmi Idris | Foto: Istimewa

Saibumi.com, Lampung - DPR menolak rencana pemerintah yang ingin menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Namun penolakan tersebut tak berlaku untuk peserta mandiri khusus kelas 1 dan 2.

Komisi IX dan Komisi XI DPR menjadikan keputusan tersebut sebagai kesimpulan saat rapat dengan kementerian terkait hingga Dirut BPJS Kesehatan.

Walaupun keputusan bukan di tangan DPR melainkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), penolakan tersebut tetap diambil menjadi sebuah kesimpulan.

"Komisi IX DPR RI dan Komisi XI DPR RI menolak rencana Pemerintah untuk menaikkan premi JKN untuk Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) kelas III, sampai Pemerintah menyelesaikan data cleansing serta mendesak Pemerintah untuk mencari cara lain dalam menanggulangi defisit Dana Jaminan Sosial (DJS) kesehatan," kata Wakil Ketua Komisi XI DPR, Soepriyatno, di Gedung DPR, Senin, 2 September 2019.

Dengan kata lain, peserta yang membayar iuran mandiri, menurut DPR, tidak boleh iurannya dinaikkan, sebelum pemerintah membereskan data cleansing.

DPR tidak menyebutkan untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) hingga kelas I dan II yang bukan penerima bantuan iuran.

DPR juga mendesak pemerintah untuk segera mengambil kebijakan untuk mengatasi defisit yang mencapai Rp 32,84 triliun. Menurut, pemerintah juga harus memperbaiki data terpadu kesejahteraan sosial sebagai basis penerima bantuan iuran.

"Perbaikan ini termasuk penyelesaian data cleansing terhadap sisa data dari hasil audit BPKP," tutur Soepriyatno, dilansir CNBC Indonesia.

Selain itu Kementerian Kesehatan juga diminta memperbaiki sistem pelayanan kesehatan termasuk pemenuhan infrastruktur dan SDM kesehatan untuk mendukung supply side program JKN.'

Sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan, Fahmi Idris, mengaku ada fraud atau penyimpangan di perusahaan yang ikut BPJS.

Menurut dia, hal ini menjadi faktor timbulnya defisit yang mencapai triliunan.

"Defisit ini sebagaimana dipaparkan DJSN (Dewan Jaminan Sosial Nasional) sebelumnya, biaya per orang per bulan memang makin ke sini makin lebar perbedaannya dengan premi," ujar Fahmi, saat RDP dengan DPR, Senin ini.

"Setelah BPKP turun, dilihat ada fraud. Memang akhirnya bahwa secara nyata ditemukan under price terhadap iuran. Rata-rata iuran Rp 36.500 per bulan, ada gap Rp 13.000 per bulan," tambah dia.

Selama ini memang per bulan Penerima Bantuan Iuran dibayar Rp 23.000, sedangkan iuran peserta mandiri dibayar Rp 25.500 per bulan. Ini yang menurut Fahmi ada gap atau selisih.

Hari ini BPJS Kesehatan bersama Kementerian terkait melangsungkan Rapat dengan DPR. Diharapkan ada kesepakatan dengan Dewan terkait solusi menyelesaikan defisit BPJS Kesehatan.

Segera Terbitkan Perpres

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo mengatakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan sudah ditentukan.

Penetapan besaran iuran baru tinggal menunggu penerbitan peraturan presiden (Perpres) yang nantinya akan ditandatangani oleh Jokowi.

Menurut Mardiasmo, besaran iuran BPJS Kesehatan sama seperti yang diumumkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dalam rapat gabungan antara Komisi IX dengan Komisi XI, Selasa, 27 Agustus 2019.

“Ini (Iuran) sudah kita naikkan, segera akan keluar Perpresnya. Hitungannya seperti yang disampaikan Ibu Menteri pada saat di DPR itu,” kata Mardiasmo di gedung DPR, Jakarta, Rabu, 28 Agustus 2019.

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang diusulkan Menteri Keuangan adalah untuk peserta penerima bantuan iuran (PBI) dan non PBI kelas 3 sebesar Rp 42.000 per bulan per jiwa.

Sedangkan kelas 2 sebesar Rp 110.000 per bulan per jiwa, dan kelas 1 sebesar Rp 160.000 per bulan per jiwa.

Mardiasmo berharap, kebijakan kenaikan iuran bisa menutup defisit keuangan BPJS Kesehatan, yang berpotensi sampai Rp 32,84 triliun hingga akhir 2019.

“Iya, insha Allah tidak ada lagi, dengan optimalisasi semuanya. Jadi sudah dihitung, kalau sudah semuanya, tidak akan defisit lagi,” ujarnya, dilansir detikcom. (*/ruslan)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong