Logo Saibumi

Waspada! Begini Cara Hacker Retas Gadget lewat WiFi Gratisan

Waspada! Begini Cara Hacker Retas Gadget lewat WiFi Gratisan

Foto: Ilustrasi/Istimewa

Saibumi.com, Lampung - Walaupun terkesan bisa berselancar sepuasnya tanpa menguras paket data, namun ada bahaya yang mengintai jaringan WiFi publik.

Memakai jaringan WiFi publik ternyata tidak selalu aman. Bahkan WiFi publik sangat rentan disusupi hacker jahat, untuk mengambil alih perangkat atau gadget.

Chief Technology Officer (CTO) PT Prosperita Mitra Indonesia - ESET Indonesia ,Yudhi Kukuh, menjelaskan, ada dua kasus mengenai hal ini. Peretasan mengincar jaringan orangnya atau WiFi-nya.

Ada modus yang dilakukan para hacker jika ingin meretas agar mendapatkan data seseorang.

Yang pertama, meniru nama jaringan WiFi publik, sehingga membuatnya mudah terlihat dan mudah terkoneksi tanpa keamanan kata sandi (password).

"Istilah keamanannya adalah 'Man in the middle attack'. Gambarannya antara jaringan WiFi dan gadget orang, di tengahnya ada hacker yang bisa mengambil data dari gadget orang tersebut," ujar Yudhi, Jumat, 30 Agustus 2019.

Dalam konteks keamanan informasi, khususnya keamanan jaringan, hal ini bisa disebut dengan serangan spoofing, yaitu situasi dimana seseorang atau program berhasil menyamar sebagai orang lain dengan memalsukan data, untuk mendapatkan keuntungan yang tidak sah.

Biasanya hacker yang meniru hal ini menggunakan USB ukuran kecil untuk memancarkan WiFi tiruan. Walaupun jaringan WiFi tiruan, orang bisa dengan mudah langsung terkoneksi.

"Biasanya, USB-nya itu kecil dan portable yang bisa dibawa kemana saja. Bahkan walaupun ditaruh di tas, jaringannya masih bisa dikoneksikan," jelas Yudhi.

Dijelaskan, WiFi juga memungkinkan untuk bisa diretas dengan kata sandi yang di-hack. Namun hal itu membutuhkan effort yang lebih besar, ketimbang menggunakan jaringan WiFi palsu.

"Alat USB yang digunakan harganya paling sejutaan all in one. Ada yang murah juga tapi harus effort, seperti bawa laptop lagi dan lainnya. Kalau saya hacker yang akan saya lakukan menggunakan WiFi tiruan, karena lebih mudah," terang Yudhi.

Dia menyarankan kepada masyarakat untuk tidak asal tersambung dengan jaringan WiFi gratis, apalagi yang tidak menggunakan kata sandi.

"Orang cari gratisan berharap dapat WiFi gratis. Lagipula biasanya tujuannya untuk kerja, bukan makan. Poinnya dari manusia dan dia tidak aware dengan hal itu. Login sana-sini, berbahaya," ungkap Yudhi.

Menurutnya, para peretas biasanya mengincar data-data perbankan agar dapat menarik sejumlah uang dari rekening.

Mereka juga meng-hack data-data orang yang login ke sosial media, agar dapat digunakan demi keuntungan sendiri.

"Kalau data diambil, yang parah itu data perbankan, termasuk keuangan yang paling rentan. Kalau zaman sekarang dompet digital juga dituju oleh mereka (hacker). Kalau mau login ke perbankan dan sosial media, lebih baik tethering dari smartphone sendiri, lebih aman," imbau Yudhi. (*/ruslan)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong