Logo Saibumi

Tanggapan Presiden-Menkes soal Pelajar Temukan Akar Bajakah Obat Kanker

Tanggapan Presiden-Menkes soal Pelajar Temukan Akar Bajakah Obat Kanker

Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri | Foto: Istimewa

Saibumi.com, Lampung - Dua siswi SMA di Palangkaraya, Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri, berhasil memperkenalkan tanaman akar bajakah tunggal sebagai obat kanker payudara dalam ajang World Invention Creativity.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi hasil penelitian dua siswi tersebut.

"Saya kira ini sebuah riset yang dilakukan anak-anak tapi menemukan penemuan besar," kata Jokowi di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 15 Agustus 2019.

Namun dia mengatakan penelitian itu perlu dikaji lebih lanjut agar bisa menghasilkan manfaat yang maksimal. Selain itu, Jokowi mengatakan pemerintah mesti memberikan perhatian kepada para peneliti muda seperti mereka.

"Tapi itu baru awal. Nanti ada tindak lanjut menuju ke sebuah penelitian yang lebih detail," ujarnya.

"Yang penting ketemu anak-anaknya dulu. Ya kan? Seperti apa, sehingga kita tahu hubungan apa yang sudah diberikan pemerintah pusat kepada para peneliti-peneliti muda ini," imbuh Jokowi, dilansir detikcom.

Diberitakan, Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri memperoleh Gold Medals dalam perhelatan World Invention Creativity dengan memperkenalkan tanaman akar bajakah tunggal sebagai obat kanker payudara.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengapresiasi inovasi mereka dalam pengobatan tradisional. Dia berharap penelitian tersebut dikaji lebih lanjut untuk bisa melihat manfaatnya secara menyeluruh.

"Saya belum lihat. Tapi itu tentu masih harus kita lihat dan kita teliti kembali," tutur Nila.

Akar bajakah tunggal merupakan tumbuhan khas Kalimantan Tengah yang tumbuh secara liar di dalam hutan. Suku pedalaman Kalimantan Tengah yaitu Suku Dayak telah lama mengkonsumsinya untuk menyembuhkan penyakit.

Ditemui pada kesempatan berbeda, Koordinator Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT), dr Danang Ardiyanto, mengatakan terdapat beberapa jenis akar bajakah tunggal yang masuk dalam famili Menispermaceae, dan jenis bajakah lainnya.

"Dari diskusi dengan pakar tanaman obat, masih rancu nama tanaman, karena ada beberapa jenis tanaman bajakah. Entah yang dipakai pada penelitian tersebut jenis bajakah yang mana. Mungkin sebagai hasil etnomedicine saja," kata dia. (*/ruslan)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong