Logo Saibumi

BNNP Lampung Tangkap saat Terduga Bandar Besar Sabu Hendak Ibadah

BNNP Lampung Tangkap saat Terduga Bandar Besar Sabu Hendak Ibadah

Terduga bandar besar sabu, Jefri tertunduk lesu di hadapan Kepala BNNP Lampung, Brigjen Pol Ery Nursantari. Foto/Siska Saibumi.com

Saibumi.com, Bandar Lampung – Bandar besar narkotika jenis sabu, Jefri Susandi (41) warga Pandeglang, Banten ditangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung.

Untuk menutupi kedoknya, Jefri bersikap relijius di hadapan masyarakat sekitar tempat tinggalnya.

Dia rajin melakukan ibadah dan mendatangi pengajian, serta menyekolahkan anaknya di pesantren.

Saat dilakukan penangkapan oleh BNN Provinsi Lampung yang diduga adanya jaringan international, Jefri hendak melakukan ibadah.

Kepala BNNP Lampung Brigjen Pol, Ery Nursantari menjelaskan, penangkapan terhadap Jefri berdasarkan pengembangan dari ditangkapnya distributor sabu asal Aceh dan kurir yang sedang bertransaksi di Hajimena, Lampung Selatan, Lampung, Jumat, 9 Agustus 2019, pukul 23.45 WIB.

Tim Brantas BNNP mengamankan sabu seberat 7.259,93 gram. Dari penangkapan distributor sabu Zawil Qiram (22), Silman (30) warga Lhokseumawe, Aceh. Dan Kurir sabu Irawan (38) warga Teluk Betung, Bandar Lampung.

“Dari pengungkapan kasus ini terungkap bahwa ternyata ada pengendalinya di Banten yakni JS, lalu kita kejar ke sana. Alhamdulillah dapat saat dia hendak ibadah. ,” kata Ery, Kamis, 15 Agustus 2019.

Ery mengaku masih mendalami dan melakukan pengembangan lebih lanjut terhadap pelaku Jefri, BNN mendunga adanya jaringan international dalam perkara ini.

Barang bukti sabu asal Aceh yang akan ditransaksikan di Lampung dikemas dalam bungkus teh Cina warna merah dengan total 7 kantong.

“Barang bukti sabu ini dikemas dalam kemasan teh Cina, Kalau dari kemasannya teh cina, kopi Cina itu memang ini pasti dari luar. Biasanya bagian dari jaringan international. Ini sedang kita dalami, kita sudah berkoordinasi dengan BNN pusat,” terangnya.

Ery juga meminta adanya partisipasi masyarakat dalam membantu BNN memberantas narkoba. Sebab BNN tidak akan memberikan ampun kepada para kurir dan bandar narkoba yang tertangkap mengedarkan barang haram tersebut di Lampung.

“Narkoba adalah hal yang rawan, karena memang hasilnya dari penjualannya itu besar. Tapi jangan berani berani. Enggak selamat dunia akhirat. Yang jelas kita akan putus. Kita berantas terus,” tegasnya.

Terduga bandar besar narkoba, Jefri mengaku menyesali perbuatannya, Untuk mengelabui keluarga dan tetangganya, dirinya kerap mengadakan pengajian dan menjadi donatur di acara keagamaan.

“Ya saya sering ikut pengajian. Anak saya di pesantren. Biar enggak jadi seperti saya. Saya tau salah, sangat menyesal,” kata Jefri.

Bos angkot di Banten yang merupakan residivis kasus narkoba ini, merangkap menjadi bandar karena tergiur dengan penghasilan besar. Selama 3 tahun dijalani bisnis haram itu, dirinya sudah memiliki aset Rp 1,6 miliar

“Masih tergiur untung lebih gede, dalam 1 kali transaksi dapat Rp 80 juta. Dari hasil itu bisa kebeli tanah, rumah, mobil, motor,” ungkap dia.

Diakuinya pula, bahwa dirinya juga memasok narkoba ke dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas). “Ya pernah ngirim ke Lapas, satu garis dua garis. Kalau biasanya transaksi ngirimnya transfer aja. Nanti barang dijemput kurir,” pungkasnya.(*)

 

Laporan Reporter Saibumi.com Siska Purnama Sari

 

 

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong