Logo Saibumi

Ini Gejala Awal Hepatitis B dan Makanan yang Bisa Mencegahnya

Ini Gejala Awal Hepatitis B dan Makanan yang Bisa Mencegahnya

Foto: Istimewa

Saibumi.com, Lampung - Profesor kedokteran emeritus di Institut UCL untuk Kesehatan dan Pencernaan dan Rumah Sakit King's College, Geoffrey Dusheiko, mengatakan pemerintah perlu mulai menangani HBV (virus hepatitis b) secara serentak, sama seperti bagaimana pasien HIV saat ini diskrining dan dikelola.

"Hepatitis B kronis merupakan penyebab utama kanker hati, tetapi menyebabkan penyakit hati yang diam," kata Dusheiko, dilansir Suara.com -- jaringan Saibumi.com, Selasa, 30 Juli 2019.

"Penyakit ini dapat tetap diam dan karenanya tidak terdiagnosis selama beberapa dekade, sampai orang yang pertama kali muncul di usia dewasa muda atau paruh baya dengan sirosis dekompensasi, gagal hati, atau karsinoma hepatoseluler," sambungnya.

Sayangnya, dalam penelitian 2018 yang terbit di jurnal Lancet Gastroenterology & Hepatology, sekitar 300 juta orang di seluruh dunia mengidap hepatitis B, dan sayangnya sebagian besar dari pasien tidak terdiagnosis atau tidak diobati, menurut peneliti.

Sekitar 90% orang yang terinfeksi oleh virus yang tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dirawat, tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi.

Melansir The Guardian, peneliti menemukan virus 'paling menular' ini di Asia Timur dan Afrika sub-Sahara. Tetapi, untuk Cina, India, Nigeria, Filipina dan Indonesia, lebih dari 57% dari semua infeksi.

Agar tidak terlambat menyadarinya, lebih baik kita semua mengenali gejala awal dari 'silent killer' ini, antara lain:

  1. Penyakit kuning (kulit atau bagian putih mata menguning, dan kencing berubah menjadi coklat atau oranye).
  2. Kotoran berwarna terang.
  3. Demam.
  4. Kelelahan yang berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.
  5. Gangguan perut, seperti kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah.
  6. Sakit perut.

Berdasarkan WebMD, gejala hepatitis B mungkin tidak muncul pada 1 hingga 6 bulan setelah terserang virus.

Pasien kemungkinan tidak merasakan apa-apa. Sekitar sepertiga dari orang yang memiliki penyakit ini tidak menyadari adanya keanehan dalam dirinya. Mereka kemudian hanya mencari tahu melalui tes darah.

Makanan sehat

Penyakit hepatitis B disebabkan virus yang juga disebut dengan virus hepatitis B (HBV). Virus yang sangat menular ini paling banyak ditemukan di Asia Timur dan Afrika sub-Sahara.

Tetapi, sebanyak 57% di antaranya ternyata berasal dari Indonesia, Cina, India, Nigeria dan Filipina. Di Republik Afrika Tengah, sekitar 12,1% dari populasi diperkirakan terinfeksi virus, sementara di Taiwan angkanya mencapai 9,4%.

Hepatitis ini juga bisa menginfeksi ibu hamil. Kondisi itu tentu saja pada akhirnya dapat menularkannya ke buah hati mereka.

Vaksin yang memberikan kekebalan seumur hidup sebenarnya sudah tersedia, tetapi hanya setengah dari semua bayi yang menerimanya secara global.

Sayangnya, hanya kurang dari 1% dari semua ibu dengan infeksi hepatitis B sehingga menjadi sumber utama infeksi dan berisiko tinggi menularkan virus ke anak-anak mereka yang menerima perawatan secara tepat.

Oleh karena itu, perlu kita lakukan pencegahan agar terhindar dari silent killer ini. Salah satunya dengan mengonsumsi beberapa makanan yang dapat melindungi hati.

"Tidak ada diet khusus untuk hepatitis," kata Keri Gans, RD, seorang ahli diet di New York City dan juru bicara American Dietetic Association.

"Seseorang dengan hepatitis hanya perlu mengikuti diet yang sehat dan seimbang," lanjutnya.

Diet atau pola makan tersebut harus mencakup:

  • Banyak buah dan sayur
  • Biji-bijian utuh seperti gandum, beras merah, gandum dan quinoa
  • Protein tanpa lemak seperti ikan, ayam tanpa kulit, putih telur dan kacang-kacangan
  • Produk susu rendah lemak atau non-lemak
  • Lemak sehat seperti yang ada di kacang, alpukat dan minyak zaitun.

"Saya memberi tahu klien saya untuk menggambarkan piring makan. Seperempat piring harus mengandung karbohidrat serat tinggi seperti biji-bijian, seperempat harus mengandung sumber protein tanpa lemak, dan sisanya harus mengandung buah-buahan dan sayuran," jelas Gans, melansir Everyday Health.

Guna membantu tubuh memproses makanan dan fungsi dengan lebih baik, kita juga perlu memastikan minum banyak cairan, dan utamakan air mineral. (*/ruslan)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong